Minggu, 04 November 2012

ZAHRA HUYAM




·                                 ZAHRA HUYAM
·                                  
·                                  
·                                 Musim dingin ini Datang terlalu Awal, seperti kejadian malam yang kemarin tiba tiba than membuat hilang konsentrasi, Zahra.

"Assalamu'laikum,,,, assalamu'laikum,,,,''
 Sapaan Kiky, tidak juga membuat Zahra menolehnya.
"Zahra, cook nyahut salamku ya?'' Kiky, bertanya dengan hatinya.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,,, Ukhti Zahra Huyam!" Sambil menepuk Bahu, Zahra.

Seketika juga Zahra membalikkan badanya than menjawab salam yang tertuju padanya.

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,, uh,,, Ukhti Kiky, tumben ada apa Ukhti?'' jawabnya.
·                                  suasana Hening Hanya sapuan angin Pagi yang menyapa mereka. Ada keinginan berbicara tapi selalu kerongkongan Zahra seperti terkunci rapat.
"Hmm,,,, ada apa sebenarnya ukhti Zah?''
 '' Emm,, kemarin Umi kirim surat than memintaku pulang, Ukhti Kiky.'' Jawab Zahra menundukkan kepalanya. Surat yang diterimanya Bukan Hanya sekedar permintaan biasa, lebih dari itu yang membuat Zahra Harus berfikir berkali potash.
 '' Jadi Umimu menyuruh Ukhti pulang ke Indonesia, ya,,, seneng dong Biar nanti Bisa dateng ke walimah kakaku.'' Kiky memberi semangat than kabar buat Zahra.

"Apa! Walimah siapa ukhti, ukhti mau ngambil liburan kuliah than zuad ?'' tanya Zahra Tehran than membelalakan Matanya.

"Iya, zuad, tapi kakaku cook.''

'Maksudnya Ukhti Aini than akhi ​​Bintang?'' Zahra Tambah penasaran.

Kiky mengambil undangan dari bag punggungnya than menyerahkan amplop Hijau muda ketangan Zahra.

" Nih, baca aja siapa nama yang punya Hajat.'' Kiky tersenyum.

Sejenak Zahra lupa tentang surat dari Umi, Karena tidak percaya dengan yang Berita didengarnya. Apa itu sebenarnya isi surat.

"Bener, Ukhti Aini menikah bulan depan Akhi Bintang putranya Ibu Ida kepala Administrasi Kedubes Amman can Ukhti?, Mabruk buat calon kedua mempelai, salam untuk poop Aini, Ukhti.'' senyuman dengan dua Lesung pipinya mulai terlihat dipipi Zahra.
·                                  Senyuman Zahra pun dibalas oleh Kiky. "Insya Allah, aku sampaikan. Kala gitu aki pamit Dulu sudah pukul sepuluh,, hhhmmm .... sweet day'' Kiky menarik Nafas than mulai berjalan Pelan meninggalkan Zahra yang yang Masih menikmati hangatnya Mentari tepat menerpa wajahnya.

"Aku pamit Dulu ukhti , wassalamu'lakum ...''

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, hati hati Ukhti!"

Apa yang diikirkan Zahra saat ini adalah keputusannya untuk masa depannya, tapi mungkin caraNya ini untuk membuka hati yang kecewa Zahra. Tiga tahun yang Lalu, sebelum keputusannya menetap than belajar untuk di Amman adalah keputusan Karena kecewa.
"Siapa dengan hati yang tahu than kecewaku, setidaknya Amman, memang Benar Benar membuatku Aman.'' lirihnya Dalam hati.

Dari jauh Zahra melihat kakak yang sangat disayanginya , Musim dingin ini memang memberi Warna bagi Zahra.

"Aa" .... ngapain? Aya 'Naon,,, Aa'?'' Qamar, memberikan bungkusan kepada Zahra.

"Nte 'Naon Naon, Masuk rumah, Yam,,, diluar dingin.'' Jawab Qamar.
Zahra menuruti saja perkataan Kakaknya, Bukan hall yang buat aneh Zahra, Karena Qamar memang orang yang Cool than Ramah, branch jarang Teman Teman Zahra menayakan apakan Qamar sudah menikah atau Belum. Termasuk Kiky, Sahabat Karib Zahra. Setahun yang Lalu, Qamar baru saja menikah dengan Terang Bulan, mahasiswi Biological Scient. Umi Zahra memiliki dua putrid dan satu putra. Beruintung sekali Ibu Aan Anamah memiliki putra putri yang berbakti than cerdaa Semua anaknya lulusan universitas Mesir than Amman.
baru saja meletakkan sarung tangannya di Meja, Zahra memberikan undangan kepada Qamar.

"Aa" dapet undangan dari Ukhti Kiky, Ukhti Aini menikah bulan depan.''

"Bulan depan? Kebetulan Aa 'pulang dong, Neng sekalian aja ikut liburan can bareng Kiky, lagian gak sama kangen Umi, poop Rien, calon sama adik iparmu juga, poop Bulan sudah Tujuh bulan LHO .... hey,,, hey,,,, " "Qamar Panjang Lebar merayu Huyam, Zahra eel suka dipanggil Huyam, nama putri yang berarti Turkistan" CINTA. "

"Aa" Huyam lagi lieur, ah,,,'' Zahra meninggalkan Qamar yang sedang membaca undangan Hijau muda itu.
·                                 "Kunaon, Huyam? Sakit grandpa?'' Perhatian Qamar mulai terlihat.

Belum ada sepuluh menit Zahra Huyam, menghampiri Qamar.
"Aa", Huyam teh gak salah
denger? Teh Bulan udah Tujuh bulan?Cook, gak ada yang ngabarin huft,,, terlalu.'' Sifat manjanya terlihat.

"Buat kejutan sebentar kamu lagi mau Jadi aunt, hehee ...''
'' Gak Umi, Poop Rien, Teh Bulan semuanya ngeselin.'' Zahra memang tidak suka bila ada yang sesuatu terjadi dengan keluarganya than tidak diberi tahu. Tapi, Qamar mempunyai Jurus Jitu than tahu keadaan adiknya.

"Kamu nyimpen masalahmu Sendiri, Yam. Jadi, Semua khawatir sama kamu apalagi Umi.'' Qamar mencoba menjelaskan kepada Zahra
 Zahra Huyam Hanya membalas dengan senyuman. 

Dua lagi hari Qamar meninggalkan Amman, setelah ujian kuliah Musim dingin Semua mahasiswa than mahasiswi Kembali Ke Indonesia untuk liburan musijm dingin. 
Kalau tidak Kembali ke tanah air pun, mereka berkunjung ke Malaysia atau Mesir, atau juga ikut Teman Teman mencari material Tesis. 

Bagi Zahra Sendiri pulang tidak pulang sama saja, kalau untuk menahan kerinduan dengan Umi, cukup bicara than curhat berjam jam di telepon kangennya sudah Bisa terobati. 
"Musim dingin ini aku Benar Benar Sendiri, Ukhti Kiky libur than menghadiri Ukhti Aini, tinggal giliran Ukhti Kiky saja menikah dengan akhi ​​Dicky Bezones.'' lagi lagi Zahra Hanya bicara dengan hatinya. 

Dua hari ini akhirnya tiba juga. Qamar pulang ke Indonesia dengan penerbangan Pagi, sejak Subuh Zahra mengantar kakaknya than Kembali sudah agak Siang. Siang juga mata hari yang Terang tetap kurang memberi kehngatan Karena dinginnya semakin Turun. 

"Gak ada Tugas kuliah, organ Isasi juga sudah Beres, Buka FB aja ah ...'' Dalam Fikiran Zahra, Hanya berharap menemukan cinta yang berlalu selama tahun tiga. 

FB. ........... 

"Semua atas IzinKu'' 
Status anda baru saja diperbaharui 
Like Hapus ........ 

5 ...... 2 komentar like "Iya'' 

1'' Inbox Assalamu'alaikum,,, Ukhti Zah?'' sapa Kiky. 

Balas inbox'' Wa'alaikumsalam,, wr,, wb .. Ukhti Kiky, gmana rencana liburan ke tanah air?'' 

1'' Inbox Jadi, insyaAllah, ukhti Sendiri Jadi gak? Atau pulang bareng Ibu Ida Erawati aja.'' 

'' Balas whaaaatttt! Ukhti Kiky mau mati temanmu mendadak? Bukan gak mau, tapi aku Segan.'' 

Inbox 1 "o,,, begitu.''
·                                 Inbox 3 pesan
"Tapi U
kh Zah, can Ibu Dubes sudah deket kita dengan?''

'Atau,, hehee,, Takut dengan anaknya ...''
"Ups ..
maaf, mumpung Masih ada satu bangku kalo mau lagi ikut mudik, ya ... bicara yang ringan atau diam saja can Jadi gak sungkan.''

Pesan inbox sedikit membuka Kenangan Zahra.

Balas: "hmmm, aku tau ​​Belum Ukhti, liburan ini mungkin nyelesain novel Dulu, Alexandria menungguku, hihiii. '' ..

Zahra mengakhiri FB, Karena adzan sudah menggema.

·                                  
 Siang seperti Pagi, mata hari redup dinginnya Amman mengukuhkan tekad Zahra bahwa do'anya akan tetap menjadi penguat keyakinannya kepada Rabb, maha pengabul do'a menjadikan sandaranya.

Sudah Lepas dzuhur, rumput Jepang di jalan pelataran Setapak menuju kelontongan diamatinya toko dengan seksama. "Rumpat jepang than putri malu Masih diselimuti Embun, ternyata dingin tahun ini lebih dingin dari hatiku yang branch Bisa membuka lagi. Seperti putri malu yang terbungkus Embun tipis, Tembus Pandang tapi sukar terbuka untuk disentuh.'' Pikirannya terus meracu ketiga tahun silam.

Sampai di toko, Zahra Hanya membeli copy panas than contraction mocca ditambah kentang goreng yang panas Masih.

Berlalu dari toko, Zahra menghampiri Kampus untuk meminjam Buku sebagai referensinya makalah tentang Perkembngan Modern Islam di Moscow.

"Assalamu'alaikum,,, Paman Kahfi, Boleh saya meminjam Buku Duty Of Moscow?'' senyuman Hangat sebagai keramahan orang pribumi tersungging diwajah Zahra.

"Wa'alaikusalam ya,, hareem hally, silakan than jngan lupa dibaca ya?'' Jawab paman Kahfi.

"InsyaAllah than pasti saya baca.''
Setelah selesai meminjam, Suara rada samar terdengar dari arah belakang.
"Nak Zahra!" panggil Ibu Ida.
"Ibu, ada apa ya ...?'' jawabnya cepat.
"Cuma mau tanya, nak Zahra ikut mudik ke Indonesia?''
'tidak, Bu, Masih ada kegiatan seminar tiga hari di sini.'' Zahra merasa aneh.
"O. .., kalau nak Zahra memang mau ke liburan Indonesia kita pulang bareng, Kakakmu Qamar sudah memesan bangku untukmu. Sebelum pulang kemarin Qamar, memberitahu Ibu, ya ... sudah tidak apa, Ibu duluan ya, Bapak sudah menunggu ibu di depan, hati hati ya! "Lima menit berlalu bayangan Ibu Idah sudah tidak ada.

Zahra merasa aneh sepertinya Semua untuk orang menginginkannya Kembali ke tanah air.

Sementara di Indonesia sedang Ramai mempersiapkan pernikahan Aqu Aini than Bintang Johar, keluarga Zahra juga sibuk Karena Qamar tidak berhasil membujuk Zahra pulang.

"Kumaha atuh, Qamar, Huyam encan Datang. Sebentar lagi may tinggal hitungan hari.'' Uminya Gusar Takut Zahra Benar Benar tidak Datang.

"Umi, sabar aja Dulu, kalo memang Zahra tidak Datang, Datang ke kita yang Amman.'' Jawab Qamar menenangkan Uminya.
·                                 Iya, Umi tau, tapi can lebih baik di tanah kelahiran Sendiri, Cuma kamu yang Bisa bujuk si Huyam, kalo dengan Rien, slide tidak mempan, Rien juga sibuk dengan anak anaknya.'' Umi On Benar Benar tidak sabar dengan hall ini.

"Umi tau can Huyam, kalo dipaksa Bisa Bisa tidak akan pulang dua tahun untuk kedepan.'' Dengan Pelan Qamar memberi pengertian kepada Umi.

"Ya, kita tunggu saja klau begitu.'
·                                 "Abah, gimana ini, Zahra tidak ikut pulang tapi ada Amanah dari Qomar, tiket buat Zahra.'' Ibu Ida bingung Karena Zahra tidak ikut, Karena tiket akan hangus.

"Ya gimana mau lagi, wong Zahra ndak liburan, Mi. Nanti kalau sudah tiba Indonesia saja di kita sowan
lalu minta maaf, Bukan ndak Amanah tapi Zahra memang tidak pulang bareng kita.'' Grab Uchok menjelaskan kepada Istrinya.

"Ya kalau gitu pamit kita sama saja Zahra.'' Ibu Ida Tehran kenapa di belikan
tiket anaknya saja tidak mau liburan.

"Ku memohon Dalam sujudku PadaMu, ampunilah Ségala dosa Dalam Diri ...''
Salah satu nasyid kesukaan Zahra yang dijadikan nada change, terdengan nyaring.
"Assalamu'alaikum, Nak Zahra"

"Wa'alaikumsalam , warahmatullahi, wabarakatuh, Ibu Dubes, saya Sendiri.''

"Kami, mau terbang satu jam lagi, tapi
tiket nak Zahra akan hangus kalau tidak dipakai, bagaimana?'' tanyanya.

"tidak apa apa, Ibu, Saya
bisa tidak cuti ke Indonesia, maaf merepotkan.''

'Kalau begitu tidak apa apa, kami pamit Nak ya! Wassalamu'alaikum.'' Suara pun terputus.

"Wa'alaikumsalam,,''
Zahra menarik Nafas, then membaringkan tubuhnya yang letih setelah seminar di hari ketiga, banyak opini than pendapat yang menjadi argumentasi di
di seminar itu tapi perasaan sepi Datang than mengusik pikiran Zahra.

"Astagfirullah, kenapa dengan pikiranku.''
Berkali potassium Zahra wudhu than membaca Qur'an tapi perasaan tidak enak selalu Datang.

Apa lagi Musim dingin seperti tidak tepat untuk berjalan kluar rumah, kebanyak mereka lebih senang tinggal di rumah di berada depan tungku perapian than mengkaji peradaban Islam yang menyebar ke Penjuru Dunia.

INDONESIA

"Umi Abah sama, Sehat aja can selama di Amman.'' tanya Ibu anak Dubes.

"Alhamdulillah, tapi Masih gak enak ya Bah, Karena ada yang titip ANGER LABEL, Lusa kita sampaikan ke Qamar kalau Zahra tidak pulang, seperti punya Hutang rasanya.

Baru seminggu setelah pernikahan Aini than Bintang, Kiky baru memberi kabar kepada Zahra, bahwa pestanya meriah, Teman Teman pelajar dari Amman, Mesir Datang, then Teh Datang Bulan juga poop Qamar.

Sedikit Berita itu membuat Zahra senang, then Masih ada waktu tiga Minggu lagi di Indonesia.
·                                  Apa yang terjadi memang ini pilihanNya, apa yang sudah menjadi pilihannya juga pilihanNya.

"Paman Kahfi, saya ingin mengembalikan buku. Boleh saya minta tolong, Paman?''
 "Ya,Jamilah , katakan apa yang bisa paman bantu?'' Paman Kahfi langsung menyodorkan kertas dan pena. Seperti biasanya bila Zahra membutuhkan buku yang kurang hafal penulisnya.

Dengan sedikit ragu, Zahra memberanikan diri. "Paman, kali ini bukan buku yang saya butuhkan, tapi...'' belum selesai Zahra meneruskan permohonanya, Bibi Qori datang tersenyum dan menyerahkan amplop ungu bertuliskan Zahra Huyam disebelah namanya ada gambar mawar diikat pita putih.

"Paman hampir lupa ada titipan untukmu dari pemuda yang berkunjung kesini dua hari yang lalu, dan pesannya, Nak Zahra harus membuka amplop itu ketika sampai di Indonesia.

"Apa! Siapa paman orang itu, Bibi, siapa dia?'' Zahra seperti tidak mengerti permainan takdir atau suatu kebetulan.

"Baiklah, Bibi, Paman, terimakasih saya pamit dulu, wassalamu'alaikum.''
Disambarnya syal hitam untuk menutupi punggungnya lalu dililitkan dengan cepat melingkari bagian bahu, untuk menambah hangatnya suhu badan.

Udara dingin yang terus turun hampir delapan derajat, dan malam hari bisa sampai dua derajat.

"Siapa yang memberiku amplop ini.''
Zahra terus bertanya tanya,
Kembalinya di tempat kos, Zahra mengeluarkan Pasport, Visa dan baju seperlunya, malam itu juga Zahra memutuskan kembali ke Indonesia.
 Pesawat enam jam lagi mendarat di Bandara Soekarno Hatta, dan butuh dua jam untuk sampai untuk ke kediamannya. Tapi pesawat akan di Malaysia dua setengah jam kemungkinan pukul sepuluh pagi tiba di rumah.

"Yaa, Rabb....tunjukkan siapa pemuda pengirim amplop ini, dan mengapa harus kembali ke Indonesia untuk membuka dan membacanya.'' penasaran dan kesal menjadi satu di benaknya.

Tanpa terasa dan karena lelah, Zahra tertidur dan kembali terbangun saat pramugari membangunkannya.

"Nona, kita sudah mendarat.'' kata pramugari itu.
 "Pak, tolong antar saya ke sisingamarja tiga nomer seratus tujuh, Pak!" sambil mengencangkan sabuk pengaman sebuah taksi biru melaju cepat.

Hanya dua puluh menit, taksi itu sampai di depan rumah Zahra.
"Terima kasih, Pak. Kembaliannya ambil saja.'' 
"Terima kasih, kembali Neng.''

Zahra bingung mendpati keadaan rumahnya yang ramai, walaupun tamu yang datang tidak terlihat dari luar tapi suara mereka ramai terdengar.
Ruang tamu itu memang khusus untuk tamu, tidak terlihat dari luar atau pintu masuk, ruangan itu menghadap ke taman samping rumah, sedangkan Zahra masuk lewat pintu dapur.

"Assalamu'alaikum,,,Teh Bulan!" Zahra mendapati kakak iparnya sedang membuatkan teh.

Seperti tidak asing suaranya, lirih Bulan.
"Wa'alaikumslam,warahmatullahi wabarkatuh,,,Huyam!, cepat masuk kami semua menunggumu, mandi dan rapihkan terus sarapan.''
Bulan sangat menyayangi Zahra adik iparnya semata wayang, karena Bulan adalah anak tunggal sedangkan Qomar anak nomer dua, jadi Zahra adalah adik bungsu mereka.

Bulan mengeluarkan minuman dan memanggil suaminya.

"Aa' Qomar, bisa kedalam sebentar!" pamitnya.
Qomar mengikuti Bulan jlan ke dapur.
"Ada apa, Bulan sayang?'' tnya Qomar.
"Huyam, sudah pulang sekarang ada di kamar.'' kata Bulan.

"Beneran? Kasih tau Umi kalo gitu, biar sekalian hari ini acaranya. Tamunya juga hari ini sudah datang.'' Qomar semangat.

"Sudah sampai, ya,,,terima kasih.''

Tanpa lama lama Zahra memasuki kamar kecil di Bandara Soekarno Hatta, untuk merapihkan jilbab hitam warna favoritnya.

"Pak, tolong antar saya ke sisingamarja tiga nomer seratus tujuh, Pak!" sambil mengencangkan sabuk pengaman sebuah taksi biru melaju cepat.


Hanya dua puluh menit, taksi itu sampai di depan rumah Zahra.
"Terima kasih, Pak. Kembaliannya ambil saja.'' 
"Terima kasih, kembali Neng.''

Zahra bingung mendpati keadaan rumahnya yang ramai, walaupun tamu yang datang tidak terlihat dari luar tapi suara mereka ramai terdengar.
Ruang tamu itu memang khusus untuk tamu, tidak terlihat dari luar atau pintu masuk, ruangan itu menghadap ke taman samping rumah, sedangkan Zahra masuk lewat pintu dapur.

"Assalamu'alaikum,,,Teh Bulan!" Zahra mendapati kakak iparnya sedang membuatkan teh.

Seperti tidak asing suaranya, lirih Bulan.
"Wa'alaikumslam,warahmatullahi wabarkatuh,,,Huyam!, cepat masuk kami semua menunggumu, mandi dan rapihkan terus sarapan.''
Bulan sangat menyayangi Zahra adik iparnya semata wayang, karena Bulan adalah anak tunggal sedangkan Qomar anak nomer dua, jadi Zahra adalah adik bungsu mereka.

Bulan mengeluarkan minuman dan memanggil suaminya.

"Aa' Qomar, bisa kedalam sebentar!" pamitnya.
Qomar mengikuti Bulan jlan ke dapur.
"Ada apa, Bulan sayang?'' tnya Qomar.
"Huyam, sudah pulang sekarang ada di kamar.'' kata Bulan.

"Beneran? Kasih tau Umi kalo gitu, biar sekalian hari ini acaranya. Tamunya juga hari ini sudah datang.'' Qomar semangat.
Qomar memberi tahu Umi, betapa bahagia Umi hari ini, begitu membawa Berkah, ucapan sholawat dan pujian Syukur selalu terlantun dari Ibunda tercinta, sementara tamu di temani oleh kakak pertamnya Rien Aruna dan adik Umi, Sri Fitrianingsih.

"Umi.....! Ma'afin Zahra Umi.'' pelukan dan air mata menetes tanpa bisa di bendung, sejak tiga tahun meninggalkan Indonesia ini adalah pertemuannya kembali dengan Umi, wanita yang rela merawatnya, membesarkn susah payah.

"Gak apa apa Huyam, Umi bahagia sekali, Nak,," dikecupnya kening Zahra karena cinta.
"Umi, isi surat, apa perlu, Yam jawab sekarang?''

Karena isi surat dari Umi, belum Zahra balas sampai sekarang. Perihal perjodohannya dengan pemuda yang meminangn
ya. Apapun jawaban Huyam, Umi meridhoinya, Umi gak mau Yam tertekan karena perjodohan ini, Yam sudah berdo'a dan berusaha Umi hnya meridhoimu, Nak.''
Pelukan itu semakin erat.

"Yaa,,,Rabb, bagaimana aku membalas cinta kasih, Umi yaa Rabb, izinkan Umi menempati JannahMu yaa Rabb."
Do'a Zahra untuk Umi tercinta dalam hatinya.
 "Sudah, jangan nangis! Sekarang temui dulu tamunya dan keluarkan kue buat tamu kita, setelah itu baru jawab surat Umi.'' Umi membetulkan jilbab Huyam, dan tersenyum.
"Iya, Umi. Zahra gak akan ngecewain Umi, Bissmillah.''
Zahra membawa baki mengeluarkankan kue dengan kepala sedikit tertunduk, tidak berani menatap tamunya.

"Silakan dicicipi, Pak, Bu, kuenya!" 
"Terimakasih, Nak Zahra.''
Zahra tersentak mendengar suara itu, dengan terpaksa Zahra mengangkat wajahnya, yang dihadapannya adalah Ibu dan Bapak Dubes Amman.
"Subhanallah, Ibu Ida,,,,Bapak Uchok...Umi, apakah mereka yang Umi maksud?'' tanya Zahra.

Umi, hanya menganggukkan kepala.

Ketika Zahra mengeluarkan kue, kebetulan anak mereka keluar dengan Qomar untuk memarkir mobil yang terkena sinar matahari.

Semua yang hadir diruang itu terharu, tapi Zahra masih penasaran siapa dan apa isi amplop ungu itu.

 Amman, 19 Muharam 2012

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh......

Bunga Cintaku, Zahra Huyam
Ma'afkan kakak, untuk tiga tahun yang telah berlalu. 
Dikediaman hati ku, engkaulah
Calon bidadariku
Calon pendamping hidup yang aku nantikan tiga tahun lalu.
Yang penuh sabar menantiku dengan do'a
Menantiku dengan harapan kepadaNya.

Zahra Huyamku, calon kakak dan adik adik iparku, calon anak umi dan abahku
Tiga tahun lalu, aku mendiami 
Keputusanmu karena
Itu yang terbaik untuk kita
Karena ridhoNya lebih aku inginkan
Untuk membangun mahligai cinta 

Aku tidak menyapa hatimu karena aku belum berani menduakan cintaNya
Aku masih lumpuh untuk memikirkan hati yang belum pasti.

Tapi sekarang dengan do'amu
Akulah yang Rabb tentukan untuk meminangmu, Bunga Cinta itu adalah
Zahra Huyam.
Bersediakah Zahra menjadi bagian dari rencanaNya, untuk menemani hidupku.

Bersediakah, Zahra menjadi Bunga Cinta
Dengan anak anak yang akan kita rawat bersama, dan bersediakah Zahra Huyam menikah dengan ku.
Bila Zahra melepas mawarnya, Zahra menolakku
Bila Zahra melepaskan ikatan pita putihnya, Zahra menerimaku.
Tiga tahun lalu, aku menantimu untuk menjadi pendampingku.

Aku, 
Eron Al - Anshor Na'im
Wassalam

Air mata bahagia ini disaksikan oleh kedua orang tua Eron , Umi dan kerabat yang hadir.....
Hanya Qomar dan Eron yang tidak ada diruangan itu. Zahra berulang kali menarik nafas....
"Yaa,,,Rabb, ni'matMu yang mana yng harus kudustai, penantian dan do'a ini, Engkaulah yang berkendak.''
Do'a pun terus dilirihkan Zahra.
Zahra merapihkan kembali amplop itu, 
Baru saja ingin meletakkannya di meja Qomar dan Eron datang.

"Assalamu'alaikum....'' Qomar dan Eron sama sama mengucapkan salam.
Kak Rien dan Bulan, hanya menjawab pelan dan memberi isyarat anggukkan kepala agar mereka masuk.
Eron terkejut .....

"Yaa....Rabb, apapun kehendakMu, semua ini yang baik untukku.''
Ternyata Zahra melepas mawar itu dan meletakkan kembali amplop ungunya.
Eron, hanya bisa menundukkan wajahnya ketika Zahra melepas mawar itu.

 "Yaa,,,Rabb perkenankan do'a ku sekarang! Izinkan Zahra menjadi bidadari dunia dan akheratku, Aamiinn yaa,,,,Rabb.'' setelah melihat mawar itu dilepas, Eron, hanya pasrah dengan keputusan Zahra.
Lalu..... Zahra melepaskan pita putih yang mengikat mawar itu.
Tngisan bahagia mengiringi ucpannya.

"Umi, Huyam menerima perjodohan ini.''
Mendengar Zahra mengucapkan itu, semua menjawab...
"ALHAMDULILLAH"

Haru biru tumpah menjadi tawa dan tangis.

"Ya, Rabb.....inilah janjiMu, janjiMu tidak pernah ingkar.Terima kasih yaa...Allah.''
Ucapan syukur Eron, kpada Rabbnya bahwa semua indah setelah tiga tahun.
Menunggu tanpa kabar,demi menjaga kesucian hati kepada Rabbnya.

"Abah, Umi...Bunga Cinta Eron mekar dihadapan Abah sama Umi.'' ucap Eron.

Ketika cinta bertasbih jantungku berdenyut kencang..... :):)

Pernikahan Zahra dan Eron dilaksanakan satu minggu kemudian, sederhana dan khidmat.

Pesta walimahpun sederhana hanya teman dekat, kerabat, tetangga, dan lima puluh anak yatim piatu mereka undang untuk menikmati kebahagiaan mereka.

"Kak Eron, lihat mereka selalu tersenyum dan tawa yang hadir, walau pun mereka merindukan orang tua yang penuh kasih dan cinta, mereka sabar dan qona'ah.'' bisik Zahra menunjuk yatim piatu yang asik bercanda dan antri jajanan khusus untuk tamu undangan.

"Ya, mereka sangat gmbira seperti kita saat ini.'' balasnya.

"Emm, Kak, Huyam mau tanya sesuatu kenapa pilihan di amplop ungu seperti itu? Pasti ada maknanya?'' tanya Zahra.

Keindahan Sisingamaraja begitu bersinar ketika lengkungn janur kuning menghiasi gang yang menuju rumah Zahra, sholawat dan nasyid merdu memeriahkan walimah mereka.

"Jika mawar itu Cinta lepas, maka Cinta bukan Bunga yang menghiasi rumah tangga kita, karena sudah terlepaslah Zahra Huyamku.

Tapi, jika melepas talinya saja.Bearti harapanku memilikimu, selain diizinkan oleh pemiliknya, Allah memang menjodohkan kita dengan ikatan putih yang suci dan halal, aku juga boleh merinduimu, menyayangimu dan mencintaimu dengan RidhoNya.''

Senyuman termanis Zahra Huyam memancar dari wajahnya yang merona.


Rabu, 10 Oktober 2012

Menyelam sambil Minum Susu Bersama Dompet Dhuafa




Menyelam sambil Minum Susu, pepatah ini sesuai dengan keadaan ( Buruh Migran Indonesia ) BMI di Hongkong. Kehadiran Dompet Dhuafa di Hongkong sebagai penawar dahaga bagi BMI yang tidak sekedar mecari uang di negeri beton, tapi kehadiran Dompet Dhuafa sebagai fasilitas untuk pengembangan diri dan pemantapan mental aktivis dakwah Hongkong, sebagai volunteer tetap khusunya dan umumnya bagi BMI yang mengikuti semua kegiatan yang diadakan oleh Dompet Dhuafa. Salah satu contoh  kiprah dan kegiatan  Dompet Dhuafa bagi BMI Macau dan Hongkong pada saat menjelang ramadhan dan idul fitri yaitu Ramadhan Teng Teng. Selain berdakwah, aktifitas ini sangat mendukung BMI untuk mempunyai jiwa yang bersosialis di lingkungan sekitar dan mampu menerapkannya di mana pun.

Dengan cara membagikan brosur kegiatan Dompet Dhuafa selama ramadhan, surat ijin berpuasa, dan jadual imsak dijalan raya utama Jardine's Bazar atau melalui rute teng teng dari North Point sampai Sheung Wan yang bisa menarik perhatian warga Hongkong. Volunteer sangat antusias menyemarakkan datangnya ramadhan.

                Aksi Teng Teng Menggema "Allahu Akbar"

Aksi Teng Teng, diiringi tabuhan sholawat menjadi moment yang langsung menuju sasaran selain  BMI juga warga asli Hongkong.



Pelatihan Kajian Islam

Peran Dompet Dhuafa lainnya adalah Pelatihan Kajian Islam sebagai kiprahnya yang sangat mengena dihati  BMI, berkaitan dengan pekerjaan BMI yang harus memanage waktu dengan baik tidak hanya. Pembekalan mental, keterampilan, dan wirausaha atas kerja sama Dompet Dhuafa dengan organisasi BMI yang ada di Hongkong sangat memberikan manfaat.
(http://ddhongkong.org/kajian-islam-ddhk-ibu-adalah-madrasah-pertama-bagi-anak-anak/)


Ilmu yang sudah didapat ini nantinya dapat dikembangkan setelah kembali ke tanah air, berharap bisa memberikan lahan kerja, dan solusi bagi pengangguran di Indonesia untuk berkarya walau kecil - kecilan. Peran Dompet Dhuafa di Hongkong tidak hanya memberikan tausyah tapi juga skill , BMI yang memiliki talenta tapi bingung mau diapakan talenta itu, Dompet Dhuafa memberikan peranan bagi BMI untuk lebih mempererat silaturahim antara BMI yaitu Kajian Asah Terampil Komunikasi,luar biasa sekali kiprah Dompet Dhuafa mampu mencetak pribadi Sholehah dan pintar berkomunikasi dengan baik, baca lengkapnya di link berikut:
http://ddhongkong.org/kajian-sore-ulil-albab-ddhk-asah-terampil-komunikasi/

                            Pelatihan Komunikasi di Hongkong

                              Pelatihan Komunikasi di Macau


Begitu berperan Dompet Dhuafa dan peduli terhadap BMI  dan untuk umat walau pun BMI sebagai warga minoritas di Hongkong tapi budaya, adat, dan agama tetap baik, demi mecetak manusia berkualitas dengan segala keterampilan yang telah diberikan dan diterima dengan baik oleh BMI. Perannya membuka pikiran dan mata BMI, bahwa di negeri rantau pun wawasan dan keahlian bisa diraih. Dompet Dhuafa mampu mencetak BMI berkualitas dengan agama dan prestasi mulia.

Dompet Dhuafa melalui divisi Fat Choi, memberikan kemudahan untuk BMI yang ingin melaksanakan Qurban. Cara yang dilakukan sangat membantu sekali, melalui cicilan, amazing, ya... saya katakan ini sesuatu yang berbeda melalui divisi ini bagi BMI yang ingin berqurban bisa melakukan dengan mudah. Mari lihat kemari
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=344543452299491&set=t.100001589566591&type=3&theater

Melalui Dompet Dhuafa, dengan berbagai divisi dan program yang mudah diikuti BMI, kiprahnya sebagai pemberdaya skill adalah bukti, bahwa menyelam sambil minum susu bukanlah pepatah biasa. BMI juga benar benar merasa terbantu dengan  program yang telah diikuti. Sebelumnya hanya bisa memakai baju sekarang sudah bisa menjahit dan mendesain sendiri baju dengan model yang disukai. Dulu belum mahir dengan bahasa inggris, sekarang sudah berani cas cis cus, dulu belum berani tampil di umum sekarang  menjadi Master Ceremony( MC ), dan masih banyak lagi  yang diberikan Dompet Dhuafa kepada BMI. Semoga Dompet Dhuafa terus berjaya dan menjadikan BMI, BMI yang cerdas, terampil, dan peduli sesama.


LOMBA BLOG DOMPET DHUAFA






Aktifkan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar


Malas salah satu penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini, bisa mempengaruhi kita untuk aktif menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena penulis malas untuk membaca dan belajar bagaimana cara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Penulis juga lebih suka menulis sekedarnya tanpa memperhatikan EYD dan tata bahasa. Seperti pengguna media massa dan media online
tata bahasa dan EYD yang digunakan masih jauh dari penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar selama pembaca memahami apa yang ditulis dan masuk akal, pembaca kurang aktif meneliti Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD) , tata bahasa, dan kata baku.
memang tak selalu menggunakan kata baku untuk tulisan seperti humor, tapi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan tata bahasa masih diperlukan.

Haruskah kita aktif  berbahasa Indonesia dengan baik dan benar ? Jawabnya " ya ", Pengaktifan ini sangat berpengaruh terhadap pembudayaan bahasa.



Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar harusnya dilakukan saat mengucapkan kalimat dan menulis kalimat. Memperhatikan kata baku dan tidak baku juga perlu mendapat perhatian. 

berikut contoh sebuah artikel tentang keserasian penggunaan bahsa Indonesia, tata bahasa, dan Ejaan Yang  Disempurnakan (EYD) yang baik dan benar.

Mulai April 2012 BBM naik 500 rupiah.
Dampak dari kenaikan BBM itu macem-macem. Industri gulung tikar. Krisis Angkot. Bahan makanan langka. Yang penting bukan Rp.500.00 nya, tapi NAIK nya. Inilah menariknya. Diberitakan berulang pun tak masalah selama masih hangat. http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2012/10/05/pemburu-berita-biasanya-demen-berita-kayak-gini/



Aritikel diatas menarik pembaca blog, tapi perhatikan tata bahasa, EYD, dan kata bakunya. Berita yang menarik bila menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pasti menjadi artikel sempurna. Penulisan kata "macem-macem" menjadi "macam-macam" atau bisa menggunakan "banyak" selain membudayakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, penulis sebuah artikel harus melakukan penghematan kata kata contohnya : "lalu" dari kata "kemudian", "tapi" dari kata " tetapi" dan masih banya lagi bisa dilihat di link berikut
http://romeltea.com/bahasa-jurnalistik-hindari-pemborosan-kata/


Mengaktifkan penggunaan bahasa  Indonesia yang baik dan benar harus dimulai dari diri sendiri, meneliti kembali tulisan. Menjadi yang baik dalam penggunaan bahasa Indonesia tidak akan merugikan siapa pun, selain manfaat penyampaian informasi dan komunikasi lancar kita juga bangga dengan bahasa indonesia yang baik dan benar. Semakin kita menulis dengan yang benar semakin banyak manfaat yang kita sebar.

Membaca : Melawan Kebodohan Ejaan Yang   Disempurnakan(EYD)

Membaca dengan teliti dan mengetahui kesalahan tulisan membantu kita yang belum memahami  Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Membaca dengan cepat dan tepat pasti tulisan yang ditulis memenuhi syarat Ejaan yang Disempurnakan (EYD), tata bahasa, dan kata baku dan tidak baku.

Dalam sebuah paragraf yang singkat kita bisa menemui kesalahan penulisan bila penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar masih jarang memasukkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dengan baik. Karena kemalasan atau kebodohan kita ( baca lengkap di
( http://romeltea.com/penggunaan-bahasa-indonesia-di-media-internet/ ) sehingga keaktifan menulis dengan Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD ) masih banyak melalaikannya.

Mari menjadi yang terdepan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik da benar! tulisan yang baik akan lebih mudah diserap kisahnya, selama membaca masih gratis aktifkan menulis dan mengucapka bahasa Indonesia yang baik dan benar.

LOMBA BLOG DOMPET DHUAFA



Selasa, 09 Oktober 2012

Gandengan ( UPAH, Untuk Pasangan Halal )


Kebiasaan masyarakat Hongkong, yang buat aku kagum dengan gandengannya. 

Gandengan atau bergandengan tangan, siapa yang tidak tahu? Pasti tahu semua. Gandengan yang aku maksud adalah untuk pasangan yang sudah halal. kalau belum halah silakan gendengan saja :) , upsss........, ya, boleh sih, gandengan juga tapi akhwat sama akhwat saja ya! :)


Aku mulai memperhatikan kenapa orang Hongkong, khususnya yang sudah menikah, kemanapun kalau berjalan dengan Misuanya dari pintu sampe kepintu lagi gandengan tangan. 

Gak ada yang larang apa lagi sudah jadi pasangan halal, selain memperhatikan kesetian satu sama lain, gandengan tangan juga bisa mengurangi grogi hehehe.... ( cuma kata ku ya ).







Gandengan juga bisa diartikan sebagai perhatian kepada pasangan halalnya, sebagai bentuk cintanya. Gandengan ini aku bilang gandengan sederhana, ya..., sederhana karena mengaitkan satu jari saja sudah termasuk perhatian kecil dan membuat yang digandeng merasa berarti. Katanya juga kan...

"Berkasih sayanglah kamu terhadap sesama." Nah,......... tunjukan bahwa kasih sayang itu perlu ditunjukkan selama masih batas wajar. Kebanyakan masyarakat Hongkong yang gandengan bukan hanya muda mudinya, tapi nenek dan kakek juga bergandengan tangan. 

Harmonisnya terlihat, berkasih sayangnya juga menjadikan contoh untuk anak cucu,orang lain, dan juga ada rasa nyaman kalau keluar rumah atau berpergian.

Mari tunjukkan pada dunia dengan menggandeng pasangan halal, Anda menjadikan pasangan Anda begitu berharga....

Selanjutnya terserah ....Anda, mau gandengan tapi harus dengan UPAH ya ... ! ^__^
 

kolong jembatan

Kolong Jembatan

Bismillah…….


Kolong Jembatan
“ Dasarrrr Penghianattttttttttttt ! “ teriak Sebastian, dengan raut wajah yang merah ia melemparkan gelas yang ada di tangannya. Pikiran yang kacau karena di tagih hutang oleh dua orang rentenir, yang mengunjunginya di lapak rokok miliknya. Yang berada di bawah jalan tol, kolong jembatan tepatnya Kampung Melayu.
Kejadian yang membuatku merinding sekaligus takut, seperti inikah tantangan hidup dikota Jakarta.  Apakah tidak takut akan karma yang menimpa kita, bila sudah tidak ada lagi hati terhadap sesama.
“ Kenape lo, Bang ? siapa yang penghianat bukanye,  Abang juga penghianat ? “
 tanya  Adi, teman kos sekamarnya yang sudah tak heran dengan Sebastian, yang terkadang bisa menjadi ular berkepala dua bila ingin meminjam uang padanya.
“ Gak nape nape, dari mane lu baru nongol jam segini ? “
 Sebastian yang pura pura tak terjadi apa apa.
“Dari rumah, Koh Ahong, tadi mbantuin belanja tokonye, gue mau mandi dulu Bang gatel semua nih badan “
 Adi, mengalungkan handuk kelehernya bergegas ke kamar mandi yang sangat kecil ukurannya.
Kampung melayu yang sering kudengar tidak seperti yang ku lihat, atau aku yang belum biasa dengan keadaan di kolong jembatan itu yang sangat kasar bahasanya untuk anak anak kecil. Belum lagi orang tua yang semena mena dengan anak anak mereka, apakah mereka tidak takut akan azab Allah. Yang berlaku kasar terhadap sesama. Bukan kehidupan ini yang kejam tetapi usaha dan keberuntungan kita.
Ataukah ini semua nafsu manusia yang di ikuti iblis iblis sehingga tidak ada rasa takut dengan Azab Allah. Sungguh kasian mereka yang harus tinggal dan mengais di kolong jembatan belum lagi mereka harus berlari lari bila ada pembersihan.
Sampai kapan seperti ini ? Sampai kapan rakyat kecil dengan kehidupan di kolong jembatan yang penuh dengan kekejaman zaman. Ataukah pemerintahIndonesiayang seperti ular berkepala dua, bila ada maunya rakyat di janjikan ini itu tapi mana kenyataannya memberikan yel yel rakyat kecil yang jadi korban setelah yel yel mereka terwujud.
Geram rasanya tapi tidak bisa seperti Sebastian yang melayangkan gelas atau botol minumannya ketika penagih hutang itu datang. Ia bisa beruba menjadi iblis yang luar biasa kejamnya walaupun aku tak tahu bagaiman iblis marah.
“ Woi, mane utang lo Bas ? janji janji tinggal janji doang jangan jadi uler kepale due lo ye ! “ Ucok melayangkan tinjuannya ke wajah Sebastian
Duel terjadi tanpa ada yang berani melerai mereka, ataupun Adi teman sekamarnya merasa takut dengan Ucok bukan Adi yang meminjam uang masa Adi yang mau kena azabnya alias pukulan gratis dari Ucok.
Akhirnya Sebastian hanya bisa berjanji lagi dengan wajah penuh memar dan menyumpah dengan serapahnya “ dasarrr lo rentenir keparat, tunggu karma buat lo “
Dengan sempoyongan menuju kamar kostnya. Itulah kehidupan keras di kolong jembatan siapa kuat dia yang hebat dan dapat bertahan.

Jumat, 21 September 2012

Wanita dan Perubahan


Artikel ini tentang wanita dari masa ke masa yang mengalami banyak perubahan, mulai dari kecil sebut saja dari baby, terus masa anak anak, remaja, dan balita.

Perubahan dari balita ke anak anak mungkin masih bisa di katakan mudah. Mudah di atur, di nasehati, dan yang paling penting lagi di ajari cara yang baik dengan akhlaqul karimah. Sebagai contoh saja adik kita sendiri, kalau di nasehati dengan hal baik atau menuju kebaikan susah di turuti katanya sih, "udah besar, udah tau kok"
tapi, kenyataannya banyak juga yang masih gak bener.

Lalu, apa hubungannya dengan  masa remaja dan masa dewasa? Ternyata banyak banget hubungannya. Tentang, tingkah laku, pola pikir,  dan sopan santun dalam berbiacara. yang salah anaknya karena gak mau belajar atau gak diajarin, atau kesalahan orang tu yang membiarkan anak tumbuh dilingkungan luar tanpa kontrol oraang tua, dan faktor usia juga.

Kadang gak nyaman aja anak muda pendidikan tapi gak ada etika. just ngeluarin unek unek :)



Datang

datang

 Di sebuah meja unik kesempurnaan menyapa 
Tinggalkan sedihmu bukan hanya saat duka 
terbangkan beban itu
yang sering kau gaungkan 
jiwa itu mati saat kau lemah dan otak kaku akan berkerja

Tuhan, singgasana kecil berlalu cepat seperti kedipan yang hilang entah kemana tanpa rasa hanya ni'mat saja

mungkin menggugah 
saat nestapa terus datang dan tak pernah mau bilang "aku lelah"

Tapi, Cinta Tuhan teramat besar tak bisa kita tuliskan karena kertas putih hanya memuat coretan berarti
Tanpa Tuhan ketika kita datang merayuNya
ia dekap kita 
di malam malam sunyi dan berkhalawat 
Tuhan , , , aku ingin datang

Selasa, 18 September 2012

Kutipan Rindu



Ruag rindu ini terus menjerumus ke hati
bukan tidak tahu, tapi aturanMu
lebih indah dan memesona jalan pikiranku
tidak membuat buru buru
tidak juga lambat karena takut telat
keyakinan yang mengintimidasi
dengan arah terhadap kewenanganMu


jerumuskan rindu ini yang bersandar pada malam
bukan siang yang penuh khayalan
demi menumpahkan rasaku

Tapi, , ,Kau, lebih pandai
dan mengajari aku bersabar
rinduku hanya Engkau yang lebih tahu

Kamis, 06 September 2012

Lepas Aku


Lepas Aku
( cerita ini kerinduan aku dengan teman teman FBku 
dan biasanya untuk mengingat mereka aku buat cerita tentang mereka dan menggunakan nama mereka )

Top of Form
"Aan Anamah....!" suara seperti menjerit itu mengibas pendengaran, Lulu.
"Kenapa cepat menghilang suara itu, apakah angin menyapunya pergi atau karena volumenya yang nyaring?" Lulu, bergumam sendiri.
 

Aan, baru saja pergi, pindah ke Kota yang lebih damai kota yang selalu dibicarakannya saat mereka bertiga selalu menghabiskan sore hari setelah sholat ashar dan mengaji. Keceriaan itu terlihat jelas di wajah, Aan

Sambil mencium kitab sucinya lalu ia masukkan kesarung tempat ia menyimpan Al Qur'annya.
"Lu,,,Lulu....kamu tahu kemana Aqu Aini sekarang? sudah dua hari tidak melihatnya". Aan mendekati Aqu jarak setengah meter.

"Gak tau, An" Lulu Dana menjawab singkat.
"Tapi, kemarin terakhir sore di beranda rumah itu Aqu terlihat ceria setelah Isya. Aqu terdengar menangis di telepon. Jelas, Lulu.

Hanya dengan Lulu dan Aan, Aqu berbagi persahabatan mereka dari kecil saat desa mereka belum masuk listrik sampai sekarang sudah berubah menjadi setengah kota. Mereka masih bersama dan saat inilah mereka harus kehilangan Aqu Aini sahabat yang lebih dewasa dan supel.

Angin subuh menyerang surau di sebelah Wetan, dengan bantuan angin suara adzan menghinggapi ditelinga penduduk desa yang terbagun subuh itu. Desa yang asri, sejuk dan tidak terlalu ramai.

"Aan....! coba lihat!" Pekik, Aqu.
Top of Form
"Ada apa, Aqu Aini?" tanya Aan Anamah, heran dan mendekat. "Baru aja, ku taruh sepotong kue dipojok meja tempat menaruh Qur'an belum ada setengah jam kue ini sudah habis. Aqu menunjukkan lepekan kecil ditangannya. 

"Memangnya, ngapain kamu taruh kue disitu?"...."Hah! kamu gak tau tho An? surau ini mulai ditempati tikus, kasihan Pak Balada Maras" jawab Aqu. Sedikit kecewa dan terus berfikir, bagaimana caranya membantunya mengusir tikus agar Pak Balada dan jamaah surau nyaman beribadah di surau itu tanpa ada gangguan dari hewan pengerat Bottom of Form 
"Ada apa, Aqu Aini?" tanya Aan Anamah, heran dan mendekat. "Baru aja, ku taruh sepotong kue dipojok meja tempat menaruh Qur'an belum ada setengah jam kue ini sudah habis. Aqu menunjukkan lepekan kecil ditangannya. "Memangnya, ngapain kamu taruh kue disitu?"....

"Hah! kamu gak tau tho An? surau ini mulai ditempati tikus, kasihan Pak Balada Maras" jawab Aqu. Sedikit kecewa dan terus berfikir, bagaimana caranya membantunya mengusir tikus agar Pak Balada dan jamaah surau nyaman beribadah di surau itu tanpa ada gangguan dari hewan pengerat itu

"Ada apa, Aqu Aini?" tanya Aan Anamah, heran dan mendekat. "Baru aja, ku taruh sepotong kue dipojok meja tempat menaruh Qur'an belum ada setengah jam kue ini sudah habis. Aqu menunjukkan lepekan kecil ditangannya.

"Memangnya, ngapain kamu taruh kue disitu?"....
"Hah! kamu gak tau tho An? surau ini mulai ditempati tikus, kasihan Pak Balada Maras" jawab Aqu.
Sedikit kecewa dan terus berfikir, bagaimana caranya membantunya mengusir tikus agar Pak Balada dan jamaah surau nyaman beribadah di surau itu tanpa ada gangguan dari hewan pengerat itu.

Surau itu letaknya tidak jauh dari rumah mereka, dan jarak yang paling dekat adalah rumah Aqu Aini, selain Pak Balada Maras sebagai pengurus surau dan dibantu oleh anaknya Anang Yudianto, yang rajin membenahi surau yang tidak terlalu besar.
Top of Form

 "Kak Anang, sudah tahu belum surau kita ada tikusnya?

 Aqu bertanya pada Anang, yang kebetulan melihat Anang sedang mengganti mengecat pintu surau. . . . "Masa Qu? perasaan surau ini selalu bersih" kembali bertanya.
 
"Iya betul, surau ini memang bersih nah! tikus kan sukanya yang bersih bersih kalo kak Anang Yudianto mau tahu, coba saja taruh kue di pojok meja tempat menaruh Al Qur'an. Kemarin aku dan teman teman juga memeriksa meja itu dan beberapa lembar pinggir Al Qur'an ada yang robek, Kak"

 Aqu semangat sekali menjelaskan perihal tikus surau. . . . . Anang pun berhenti sejenak mendengarkan penjelasan Aqu. 

"Kalau begitu ini bukan masalah sepele ya .....Qu, nanti saya laporkan masalah ini kepada kepala Desa kita,
  Pak Supriyadi Tauhid. Biar surau kita tetap bersih dan jamaah surau tidak risau lagi kalau sampai tahu surau kita ada tikusnya".....

 "Siiipppp.....Kak, sekalian juga bersih bersih lingkungan mungkin tikus tidak hanya di surau saja kak" Aqu semanga empat sembilan sekali. Hehehe....

Iben Masrur, Achmad An-Nuri dan Akhi Akhii Ashhaabul Kahfi sudah mulai membagi tugas untuk membersihkan lingkungan dan surau, karena berita sudah sampai ke kepala desa. 

Sedangkan Lulu Dana, Aan Anamah dan juga Putrie Arya ikut repot menyiapkan kue dan minuman untuk mereka yang kerja bakti. . . . "Aqu Aini, kenapa kamu diam saja?" Lulu mengagetkan Aqu. . . 

"Tidak kok, aku cuma sedih akan kehilangan kalian sahabatku" Lulu, tidak paham.
 
"Apa...sedih? tumben amat sedih memang kamu mau kemana, kamu kan mencintai desa ini, Qu?" timpal, 

Lulu. Beberapa lama mereka terdiam, sedangkan kerja bakti terus berlanjut, dari jalan setapak menuju surau hingga keseluruh lingkungan rumah ...Lihat Selengkapnya

 "Sssttt......ssstttt.....An! An ... sini!" perintah Lulu Dana, agar Aan Anamah, mendekat. "Ada apa sih, kok..pakke ssstt...sssstt... segala" Aan membelalakan matanya. "Kamu gak tau kan, Aqu Aini lagi sedih, kamu tahu kenapa?" tanya Lulu, s...Lihat Selengkapnya
Sho An setelah dua hari Aqu tidak pernah lagi kelihatan di surau atau di pengajian ba'da isya...

 "kak Qomar Udin, mau tanya sebentar, Aqu Aini kemana tidak ada kabar sudah dua hari ?" Aan dan Lulu bertanya dengan kakak Aqu. ...

 " Oh, Iya , maaf ...kakak lupa kalian ada titipan surat dari Aqu." Qomar menyerahkan surat beramplop putih motif melati. . . . "Surat..?" mereka menjawab berbarengan.

Assalamu'alaikum,,warahmatullahi ,,wabarakatuh... 

 Sebelum membaca surat ini, izinkan Aqu mengucap do'a untuk SAHABATKU agar kalian dan aku dalam lindungan dan rahmatNya.
  

9 September 2012, Tai Wai HK
 Jika aku dan kalian bersama di Suarau( Grup Sahabatku) ini, terasa kesejukkanNya yang saling berbagi dan saling bersenda gurau. 

Ya... Ini adalah dunia yang kita ciptakan kapapun kita bisa pergi tanpa basa basi atau memberi kabar. Tapi, ada yang lain dengan Surau ini, Surau yang damai walaupun kita tak tahu satu sama lain, hanya mengenal nama dan wajah itupun mungkin. :)

 Kalian sahabatku, semalam ada seorang ukhti bertanya kepadaku( isi inbox sho an dg sang Ukhti ) " Kemana teman teman SAHABATKU, yang sering hadir dan berbagi ilmu, Surau sekarang jadi sepi" lalu,ku jawab.....

"Mungkin lagi repot Ukh ..." Pasti kalian juga merasakan .... kan ? :) Dan, Aqu tidak lama lagi akan pergi dari kalian tapi sebelumnya kusampaikan dulu apa yang harus kusampaikan, aku tau mungkin kalian akan kehilangan karena tanpa kabar aku pergi ( kiasan untuk temen temen yang sudah jarang OL ) Aku, hanya berharap dengan adanya Tikus ( he..he..he.. )

 Surau( Grup SAHABATKU) tidak menjadi seperti tikus ( makin keujung makin kecil buntutnya, sama dengan grup makin kesini makin sedikit saling berbaginya) .... nah, makanya sebelum pergi aku minta kerja bakti dahulu( aku buat cerpen ini biar 

Grup seperti dulu lagi )saling membahu dengan sapaan, senyum dan share ilmu ( he..he...), 


Rasanya cukup sekian aku tulis surat ini, oh..iya.. beberap tikus Surau sudah ditangkap oleh Akhi Haryanto Kuya, akhi Sansan Moonshine jadi Surau sudah bebas tikus , Bila ada waktu lagi, dan izinNya kita pasti berjumpa .... SAHABATKU, Wassalam....

Setelah membaca surat dari Aqu Aini, Aan Anamah dan Lulu Dana berkata " Kak Qomar , sudah baca suratnya?" ....The End.....

http://www.lusianasho.blogspot.lepasaku.com 
Bottom of Form