Rabu, 10 Oktober 2012

Menyelam sambil Minum Susu Bersama Dompet Dhuafa




Menyelam sambil Minum Susu, pepatah ini sesuai dengan keadaan ( Buruh Migran Indonesia ) BMI di Hongkong. Kehadiran Dompet Dhuafa di Hongkong sebagai penawar dahaga bagi BMI yang tidak sekedar mecari uang di negeri beton, tapi kehadiran Dompet Dhuafa sebagai fasilitas untuk pengembangan diri dan pemantapan mental aktivis dakwah Hongkong, sebagai volunteer tetap khusunya dan umumnya bagi BMI yang mengikuti semua kegiatan yang diadakan oleh Dompet Dhuafa. Salah satu contoh  kiprah dan kegiatan  Dompet Dhuafa bagi BMI Macau dan Hongkong pada saat menjelang ramadhan dan idul fitri yaitu Ramadhan Teng Teng. Selain berdakwah, aktifitas ini sangat mendukung BMI untuk mempunyai jiwa yang bersosialis di lingkungan sekitar dan mampu menerapkannya di mana pun.

Dengan cara membagikan brosur kegiatan Dompet Dhuafa selama ramadhan, surat ijin berpuasa, dan jadual imsak dijalan raya utama Jardine's Bazar atau melalui rute teng teng dari North Point sampai Sheung Wan yang bisa menarik perhatian warga Hongkong. Volunteer sangat antusias menyemarakkan datangnya ramadhan.

                Aksi Teng Teng Menggema "Allahu Akbar"

Aksi Teng Teng, diiringi tabuhan sholawat menjadi moment yang langsung menuju sasaran selain  BMI juga warga asli Hongkong.



Pelatihan Kajian Islam

Peran Dompet Dhuafa lainnya adalah Pelatihan Kajian Islam sebagai kiprahnya yang sangat mengena dihati  BMI, berkaitan dengan pekerjaan BMI yang harus memanage waktu dengan baik tidak hanya. Pembekalan mental, keterampilan, dan wirausaha atas kerja sama Dompet Dhuafa dengan organisasi BMI yang ada di Hongkong sangat memberikan manfaat.
(http://ddhongkong.org/kajian-islam-ddhk-ibu-adalah-madrasah-pertama-bagi-anak-anak/)


Ilmu yang sudah didapat ini nantinya dapat dikembangkan setelah kembali ke tanah air, berharap bisa memberikan lahan kerja, dan solusi bagi pengangguran di Indonesia untuk berkarya walau kecil - kecilan. Peran Dompet Dhuafa di Hongkong tidak hanya memberikan tausyah tapi juga skill , BMI yang memiliki talenta tapi bingung mau diapakan talenta itu, Dompet Dhuafa memberikan peranan bagi BMI untuk lebih mempererat silaturahim antara BMI yaitu Kajian Asah Terampil Komunikasi,luar biasa sekali kiprah Dompet Dhuafa mampu mencetak pribadi Sholehah dan pintar berkomunikasi dengan baik, baca lengkapnya di link berikut:
http://ddhongkong.org/kajian-sore-ulil-albab-ddhk-asah-terampil-komunikasi/

                            Pelatihan Komunikasi di Hongkong

                              Pelatihan Komunikasi di Macau


Begitu berperan Dompet Dhuafa dan peduli terhadap BMI  dan untuk umat walau pun BMI sebagai warga minoritas di Hongkong tapi budaya, adat, dan agama tetap baik, demi mecetak manusia berkualitas dengan segala keterampilan yang telah diberikan dan diterima dengan baik oleh BMI. Perannya membuka pikiran dan mata BMI, bahwa di negeri rantau pun wawasan dan keahlian bisa diraih. Dompet Dhuafa mampu mencetak BMI berkualitas dengan agama dan prestasi mulia.

Dompet Dhuafa melalui divisi Fat Choi, memberikan kemudahan untuk BMI yang ingin melaksanakan Qurban. Cara yang dilakukan sangat membantu sekali, melalui cicilan, amazing, ya... saya katakan ini sesuatu yang berbeda melalui divisi ini bagi BMI yang ingin berqurban bisa melakukan dengan mudah. Mari lihat kemari
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=344543452299491&set=t.100001589566591&type=3&theater

Melalui Dompet Dhuafa, dengan berbagai divisi dan program yang mudah diikuti BMI, kiprahnya sebagai pemberdaya skill adalah bukti, bahwa menyelam sambil minum susu bukanlah pepatah biasa. BMI juga benar benar merasa terbantu dengan  program yang telah diikuti. Sebelumnya hanya bisa memakai baju sekarang sudah bisa menjahit dan mendesain sendiri baju dengan model yang disukai. Dulu belum mahir dengan bahasa inggris, sekarang sudah berani cas cis cus, dulu belum berani tampil di umum sekarang  menjadi Master Ceremony( MC ), dan masih banyak lagi  yang diberikan Dompet Dhuafa kepada BMI. Semoga Dompet Dhuafa terus berjaya dan menjadikan BMI, BMI yang cerdas, terampil, dan peduli sesama.


LOMBA BLOG DOMPET DHUAFA






Aktifkan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar


Malas salah satu penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini, bisa mempengaruhi kita untuk aktif menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena penulis malas untuk membaca dan belajar bagaimana cara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Penulis juga lebih suka menulis sekedarnya tanpa memperhatikan EYD dan tata bahasa. Seperti pengguna media massa dan media online
tata bahasa dan EYD yang digunakan masih jauh dari penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar selama pembaca memahami apa yang ditulis dan masuk akal, pembaca kurang aktif meneliti Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD) , tata bahasa, dan kata baku.
memang tak selalu menggunakan kata baku untuk tulisan seperti humor, tapi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan tata bahasa masih diperlukan.

Haruskah kita aktif  berbahasa Indonesia dengan baik dan benar ? Jawabnya " ya ", Pengaktifan ini sangat berpengaruh terhadap pembudayaan bahasa.



Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar harusnya dilakukan saat mengucapkan kalimat dan menulis kalimat. Memperhatikan kata baku dan tidak baku juga perlu mendapat perhatian. 

berikut contoh sebuah artikel tentang keserasian penggunaan bahsa Indonesia, tata bahasa, dan Ejaan Yang  Disempurnakan (EYD) yang baik dan benar.

Mulai April 2012 BBM naik 500 rupiah.
Dampak dari kenaikan BBM itu macem-macem. Industri gulung tikar. Krisis Angkot. Bahan makanan langka. Yang penting bukan Rp.500.00 nya, tapi NAIK nya. Inilah menariknya. Diberitakan berulang pun tak masalah selama masih hangat. http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2012/10/05/pemburu-berita-biasanya-demen-berita-kayak-gini/



Aritikel diatas menarik pembaca blog, tapi perhatikan tata bahasa, EYD, dan kata bakunya. Berita yang menarik bila menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pasti menjadi artikel sempurna. Penulisan kata "macem-macem" menjadi "macam-macam" atau bisa menggunakan "banyak" selain membudayakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, penulis sebuah artikel harus melakukan penghematan kata kata contohnya : "lalu" dari kata "kemudian", "tapi" dari kata " tetapi" dan masih banya lagi bisa dilihat di link berikut
http://romeltea.com/bahasa-jurnalistik-hindari-pemborosan-kata/


Mengaktifkan penggunaan bahasa  Indonesia yang baik dan benar harus dimulai dari diri sendiri, meneliti kembali tulisan. Menjadi yang baik dalam penggunaan bahasa Indonesia tidak akan merugikan siapa pun, selain manfaat penyampaian informasi dan komunikasi lancar kita juga bangga dengan bahasa indonesia yang baik dan benar. Semakin kita menulis dengan yang benar semakin banyak manfaat yang kita sebar.

Membaca : Melawan Kebodohan Ejaan Yang   Disempurnakan(EYD)

Membaca dengan teliti dan mengetahui kesalahan tulisan membantu kita yang belum memahami  Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Membaca dengan cepat dan tepat pasti tulisan yang ditulis memenuhi syarat Ejaan yang Disempurnakan (EYD), tata bahasa, dan kata baku dan tidak baku.

Dalam sebuah paragraf yang singkat kita bisa menemui kesalahan penulisan bila penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar masih jarang memasukkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dengan baik. Karena kemalasan atau kebodohan kita ( baca lengkap di
( http://romeltea.com/penggunaan-bahasa-indonesia-di-media-internet/ ) sehingga keaktifan menulis dengan Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD ) masih banyak melalaikannya.

Mari menjadi yang terdepan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik da benar! tulisan yang baik akan lebih mudah diserap kisahnya, selama membaca masih gratis aktifkan menulis dan mengucapka bahasa Indonesia yang baik dan benar.

LOMBA BLOG DOMPET DHUAFA



Selasa, 09 Oktober 2012

Gandengan ( UPAH, Untuk Pasangan Halal )


Kebiasaan masyarakat Hongkong, yang buat aku kagum dengan gandengannya. 

Gandengan atau bergandengan tangan, siapa yang tidak tahu? Pasti tahu semua. Gandengan yang aku maksud adalah untuk pasangan yang sudah halal. kalau belum halah silakan gendengan saja :) , upsss........, ya, boleh sih, gandengan juga tapi akhwat sama akhwat saja ya! :)


Aku mulai memperhatikan kenapa orang Hongkong, khususnya yang sudah menikah, kemanapun kalau berjalan dengan Misuanya dari pintu sampe kepintu lagi gandengan tangan. 

Gak ada yang larang apa lagi sudah jadi pasangan halal, selain memperhatikan kesetian satu sama lain, gandengan tangan juga bisa mengurangi grogi hehehe.... ( cuma kata ku ya ).







Gandengan juga bisa diartikan sebagai perhatian kepada pasangan halalnya, sebagai bentuk cintanya. Gandengan ini aku bilang gandengan sederhana, ya..., sederhana karena mengaitkan satu jari saja sudah termasuk perhatian kecil dan membuat yang digandeng merasa berarti. Katanya juga kan...

"Berkasih sayanglah kamu terhadap sesama." Nah,......... tunjukan bahwa kasih sayang itu perlu ditunjukkan selama masih batas wajar. Kebanyakan masyarakat Hongkong yang gandengan bukan hanya muda mudinya, tapi nenek dan kakek juga bergandengan tangan. 

Harmonisnya terlihat, berkasih sayangnya juga menjadikan contoh untuk anak cucu,orang lain, dan juga ada rasa nyaman kalau keluar rumah atau berpergian.

Mari tunjukkan pada dunia dengan menggandeng pasangan halal, Anda menjadikan pasangan Anda begitu berharga....

Selanjutnya terserah ....Anda, mau gandengan tapi harus dengan UPAH ya ... ! ^__^
 

kolong jembatan

Kolong Jembatan

Bismillah…….


Kolong Jembatan
“ Dasarrrr Penghianattttttttttttt ! “ teriak Sebastian, dengan raut wajah yang merah ia melemparkan gelas yang ada di tangannya. Pikiran yang kacau karena di tagih hutang oleh dua orang rentenir, yang mengunjunginya di lapak rokok miliknya. Yang berada di bawah jalan tol, kolong jembatan tepatnya Kampung Melayu.
Kejadian yang membuatku merinding sekaligus takut, seperti inikah tantangan hidup dikota Jakarta.  Apakah tidak takut akan karma yang menimpa kita, bila sudah tidak ada lagi hati terhadap sesama.
“ Kenape lo, Bang ? siapa yang penghianat bukanye,  Abang juga penghianat ? “
 tanya  Adi, teman kos sekamarnya yang sudah tak heran dengan Sebastian, yang terkadang bisa menjadi ular berkepala dua bila ingin meminjam uang padanya.
“ Gak nape nape, dari mane lu baru nongol jam segini ? “
 Sebastian yang pura pura tak terjadi apa apa.
“Dari rumah, Koh Ahong, tadi mbantuin belanja tokonye, gue mau mandi dulu Bang gatel semua nih badan “
 Adi, mengalungkan handuk kelehernya bergegas ke kamar mandi yang sangat kecil ukurannya.
Kampung melayu yang sering kudengar tidak seperti yang ku lihat, atau aku yang belum biasa dengan keadaan di kolong jembatan itu yang sangat kasar bahasanya untuk anak anak kecil. Belum lagi orang tua yang semena mena dengan anak anak mereka, apakah mereka tidak takut akan azab Allah. Yang berlaku kasar terhadap sesama. Bukan kehidupan ini yang kejam tetapi usaha dan keberuntungan kita.
Ataukah ini semua nafsu manusia yang di ikuti iblis iblis sehingga tidak ada rasa takut dengan Azab Allah. Sungguh kasian mereka yang harus tinggal dan mengais di kolong jembatan belum lagi mereka harus berlari lari bila ada pembersihan.
Sampai kapan seperti ini ? Sampai kapan rakyat kecil dengan kehidupan di kolong jembatan yang penuh dengan kekejaman zaman. Ataukah pemerintahIndonesiayang seperti ular berkepala dua, bila ada maunya rakyat di janjikan ini itu tapi mana kenyataannya memberikan yel yel rakyat kecil yang jadi korban setelah yel yel mereka terwujud.
Geram rasanya tapi tidak bisa seperti Sebastian yang melayangkan gelas atau botol minumannya ketika penagih hutang itu datang. Ia bisa beruba menjadi iblis yang luar biasa kejamnya walaupun aku tak tahu bagaiman iblis marah.
“ Woi, mane utang lo Bas ? janji janji tinggal janji doang jangan jadi uler kepale due lo ye ! “ Ucok melayangkan tinjuannya ke wajah Sebastian
Duel terjadi tanpa ada yang berani melerai mereka, ataupun Adi teman sekamarnya merasa takut dengan Ucok bukan Adi yang meminjam uang masa Adi yang mau kena azabnya alias pukulan gratis dari Ucok.
Akhirnya Sebastian hanya bisa berjanji lagi dengan wajah penuh memar dan menyumpah dengan serapahnya “ dasarrr lo rentenir keparat, tunggu karma buat lo “
Dengan sempoyongan menuju kamar kostnya. Itulah kehidupan keras di kolong jembatan siapa kuat dia yang hebat dan dapat bertahan.