WASIAT TUK PARA WANITA MUSLIMAH
WASIAT TUK PARA WANITA MUSLIMAH
{disadur dari berbagai riwayat}
****************************************
Copas dari tulisan Mas Surya Adhie ST
Assalamualaikum wa rahmatulloh, mohon perkenan dan izinnya Ki Rektor, Akang-akang Admin, Mas Surya Adhie ST, dan seluruh keluarga besar ST-MD Indonesia... sengaja saya membuat dokumen dari tulisan Mas Adhie ST ini, semoga bermanfaat dan dapat terkompilasi dalam dokumen.
nuwun
******************************************
Assalaamu'alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh
Salam FULL ST-MD Indonesia
Sebelumnya catatan ini diawali dengan hadits – hadits dalam kisah Isro’ Mi’roj nya Rosululloh SAW, antara lain :
a. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : surga pernah diperlihatkan kepadaku. Aku melihat mayoritas penghuninya adalah orang-orang fakir (miskin). kemudian neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat mayoritas penghuninya adalah kamu wanita.
b. Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda : neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Lalu surga diperlihatkan kepadaku, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. (HR.Ahmad)
c. Dalam sebuah hadits shahih diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW, bersabda : wahai kaum wanita, perbanyaklah bersedekah dan beristighfar karena aku melihat kalian kaum wanita adalah penghuni nereka paling banyak. Salah seorang diantara mereka berkata : apa kesalahan kami, wahai Rasulullah, hingga menyebabkan kami menjadi penghuni dalam neraka? Beliau menjawab, mereka adalah wanita yang menuduh orang lain (suami) berbuat zina dan tidak memperlakukan suami dengan baik. Sungguh, aku tidak melihat kekurangan akal pikiran dan agama yang melebihi kaum wanita. Wanita itu bertanya, wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan kurang akal pikiran dan agama? Beliau menjawab, kurangnya akal pikiran wanita, diantaranya : kesaksian dua orang wanita setara dengan kesaksian satu orang laki-laki. Inilah yang dimaksud dengan kurangnya akal pikiran mereka, sedangkan kurangnya pemahaman agama diantara mereka adalah seorang wanita sering kali tidak mengerjakan shalat dan berpuasa.

Dari tersebut, sudah cukup jelas, bahwa wanita yang akan dijebloskan ke dalam neraka jauh lebih besar kuantitasnya. Berdasarkan Al-Quran dan hadits Rasulullah saw, berikut tiga kriteria wanita yang jaminannya dijebloskan ke dalam neraka.
Pertama, Istri yang Berkhianat Kepada Suaminya. Bentuk pengkhianatan seorang istri terhadap suami ini diumpamakan dengan khianatnya istri Nabi Nuh dan Nabi Luth yang terekam dalam surah At-Tahrim ayat 66: “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)."
Ibnu Katsir dalam tafsirnya tentang ayat di atas, menekankan bahwa tidak ada jaminan suami yang shalih —hingga sekelas nabi pun— dapat mengajak istrinya ke jalan yang benar, ketika tidak ada cahaya iman di dalam hati sang istri. Dan sekali-kali keimanan suami juga tidak dapat memberikan manfaat apapun dan tidak bisa menahan keburukan bagi istrinya. Tidak salah jika dalam strategi dakwah Al-Qur`an, yang pertama kali perlu diselamatkan dari api neraka setelah diri sendiri adalah keluarga. Karena sejatinya, kedua objek dakwah tersebut merupakan yang tersulit daripada orang lain di luar diri dan keluarga kita.
Adapun bentuk pengkhianatan istri terhadap suami dalam ayat di atas, istri Nabi Nuh menyebarkan berita bahwa suaminya orang gila karena membuat perahu di saat tidak ada hujan dan air. Sementara khianat istri Nabi Luth karena membocorkan kedatangan tamu-tamu suaminya kepada kaum Nabi Luth yang gemar melakukan homo seksual. Jika diqiyaskan dengan kehidupan modern saat ini, tipe istri yang khianat seperti kedua istri nabi tersebut, mudah ditemukan sebagaimana yang sering ditampilkan di layar televisi.
Kedua, Istri yang Selalu Menghalang-halangi Dakwah Islam. Tipe istri yang mempersulit dakwah Islam digambarkan oleh Al-Qur`an seperti istri Abu Lahab dalam surah Al-Lahab ayat 4-5 : “Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut.”
Para ahli tafsir, seperti At-Thabari, mengungkapkan alasan mengapa istri Abu Lahab ikut masuk neraka bersama suaminya, karena dia (istri Abu Lahab) selalu berusaha menyakiti Rasulullah dengan cara menebar duri di sepanjang jalan Rasulullah menuju shalat.
Adapun saat ini, tidak sedikit istri yang merasa berat atau kecewa jika sebagian harta suami dibelanjakan untuk kepentingan ummat, padahal sang istri sudah cukup dinafkahi.
Ketiga, wanita yang Kufur Terhadap Suaminya. Istri yang kufur terhadap suami adalah sikap tidak atau kurang bersyukur terhadap kebaikan (ihsan) yang telah diberikan suami kepadanya. Hal ini termasuk dosa besar, meskipun bukan berarti kekufuran ini mengeluarkan sang istri dari agama. Rasulullah SAW bersabda: “Diperlihatkan kepadaku neraka, ternyata penduduknya yang paling banyak adalah wanita, mereka kufur,” lalu ada yang bertanya; “Apakah mereka kufur terhadap Allah?” Dijawab oleh Nabi Muhammad saw; “Mereka kufur terhadap suami dan kufur terhadap kebaikan (para suami), jikalau berbuat kebaikan kepada salah seorang di antara mereka selama satu tahun kemudian ia melihat sesuatu (keburukan) dari anda maka ia akan berkata : Aku tidak pernah melihat suatu kebaikan pun dari kamu.” Hadits riwayat Bukhari.
Imam Nawawi mengatakan bahwa kufur terhadap suami dan ihsannya termasuk dari dosa-dosa besar karena pengancamannya dengan api neraka. Inilah yang menjadikan tanda sebagaimana yang tersurat dalam hadits Nabi saw di atas, bahwa kufurnya istri ke suami adalah maksiat yang tergolong dosa besar.
Ali r.a. meriwayatkan sebagai berikut: “Saya bersama Fatimah berkunjung ke rumah Rasulullah dan kami temui beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau, “Mengapa tuan menangis wahai Rasulullah?” Baginda menjawab, “Pada malam aku di Isra’kan ke langit, daku melihat orang sedang mengalami berbagai penyiksaan… maka bila aku teringat akan mereka maka aku menangis. Saya bertanya lagi, “Wahai Rasulullah apakah yang tuan lihat?”
Baginda bersabda :
1. Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.
2. Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangannya dipaut dari punggungnya sedangkan api yang mendidih dari neraka dituangkan ke kerongkongnya.
3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya sedangkan air getah kayu zakum dituang ke kerongkongnya.
4. Wanita yang digantung, diikat kedua kaki & tangannya ke arah ubun-ubun kepalanya serta dibelit dibawah kekuasaan ular & kala jengking.
5. Wanita yang memakan badannya sendiri serta dibawahnya tampak api yang menyala-nyala dengan hebatnya.
6. Wanita yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka.
7. Wanita yang bermuka hitam dan memakan ususnya sendiri.
8. Wanita yang tuli, buta dan bisu dalam peti neraka sedang darahnya mengalir dari rongga badannya (hidung, telinga, mulut) dan badannya membusuk akibat penyakit kulit.
9. Wanita yang berkepala seperti kepala babi dan keldai yang mendapat berjuta jenis siksaan.
Maka berdirilah Fatimah seraya berkata,”Wahai ayahku, cahaya mata kesayanganku… ceritakanlah kepadaku apakah amal perbuatan wanita - wanita itu.” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Wahai Fatimah, adapun :
1. Wanita yang digantung dengan rambutnya kerana dia tidak menjaga rambutnya di jilbab dikalangan lelaki.
2. Wanita yang digantung dengan lidahnya kerana dia menyakiti hati suaminya dengan kata-kata. Kemudian Nabi s.a.w. bersabda: “Tidak seorang wanita yang menyakiti hati suaminya melalui kata-katanya kecuali Allah akan membuatkan mulutnya kelak dihari kiamat, selebar 70 zira’ kemudian akan mengikatnya dibelakang lehernya.
3. Adapun wanita yang digantung dengan buah dadanya kerana dia menyusui anak orang lain tanpa izin suaminya.
4. Adapun wanita yang diikat dengan kaki dan tangannya itu kerana dia keluar rumah tanpa izin suaminya, tidak mandi wajib dari haid dan nifas.
5. Adapun wanita yang memakan badannya sendiri kerana suka bersolek untuk dilihat lelaki lain serta suka membicarakan keaiban orang.
6. Adapun wanita yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka kerana dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang yang banyak dengan maksud supaya orang melihat perhiasannya dan setiap orang jatuh cinta padanya kerana melihat perhiasannya.
7. Adapun wanita yang diikat kedua kaki dan tangannya sampai ke ubun-ubunnya dan dibelit oleh ular dan kala jengking kerana dia mampu mengerjakan solat dan puasa. Tetapi dia tidak mau berwudhu dan tidak solat serta tidak mau mandi wajib.
8. Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keldai kerana dia suka mengadu-domba serta berdusta.
9. Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing kerana dia ahli fitnah serta suka marah- marah pada suaminya.
Nah, setelah kita mengetahui sekelumit cerita beliau sewaktu Mi’roj, maka disinilah intisari dari catatan ini.
Suatu hari Rasululloh SAW menyempatkan diri berkunjung kerumah Putri kesayangan beliau yakni Fatimah az-zahra. Setiba dikediaman Fatimah, Rosulullah pun berucap salam dan kemudian masuk. Ketika itu didapatinya Fatimah tengah menangis sambil menggiling Syaiir (sejenis Gandum) dengan penggilingan tangan dari batu.
Seketika itu Rosul bertanya kepada putrinya, “Duhai Fatimah, apa gerangan yang membuat engkau menangis? Semoga ALLOH SWT tidak menyebabkan matamu berderai.”
Fatimah menjawab, “Wahai Rosululloh, Penggilingan dan Urusan rumah tangga inilah yang menyebabkan Ananda menangis.”
Kemudian duduklah Rosululloh SAW disisi Fatimah. Kemudian Fatimah melanjutkan, “Duhai Ayahanda, sudikah kiranya Ayah meminta kepada Ali, suamiku tuk mencarikan seorang Jariyah (hamba perempuan) untuk membantu Ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan rumah?”
Maka bangkitlah Rasululloh SAW mendekati penggilingan itu dengan tangannya beliau mengambil sejumput gandum lalu diletakkannya dipenggilingan tangan seraya membaca BASMALLAH, subhaanallooh… dengan seizin ALLOH SWT penggilingan tersebut pun berputar sendiri. Sementara penggilingan itu berputar, Rasululloh bertasbih kepada ALLOH SWT dalam berbagai bahasa, sehingga habislah gandum itu tergiling... “berhentilah berputar dengan izin ALLOH SWT”, maka penggilingan itupun berhenti berputar.
Lalu dengan izin ALLOH SWT pula penggilingan itu berkata dengan bahasa manusia, “Yaa Rasululloh, demi ALLOH yang telah menjadikan tuan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-NYA. Kalaulah tuan menyuruh hamba menggiling gandum dari timur hingga kebarat pun niscaya hamba gilingkan semuanya, sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitabulloh, “Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu, keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai ALLOH terhadap apa yang dititahkannya dan mereka mengerjakan apa yang dititahkannya. Maka hamba takut yaa Rasulullah kelak hamba menjadi batu dineraka.”
Dan bersabdalah Rasululloh SAW, “Bergembiralah, karena engkau adalah salah satu Mahligai Fatimah az-zahra didalam surga”. Maka bergembiralah penggilingan batu itu.
Lalu Rasululloh SAW bersabda lagi, “Jika ALLOH SWT menghendaki, niscaya penggilingan itu akan berputar dengan sendirinya untukmu. Tapi ALLOH SWT menghendaki dituliskannya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskannya beberapa kasalahanmu. Dan diangkatnya beberapa derajat untukmu bila wanita menggiling gandum untuk suami dan anaknya. Dan ALLOH SWT menuliskannya setiap gandum yang digilingkannya SATU kebaikan dan mengangkatnya SATU derajat”
Kemudian Rasululloh meneruskan nasehatnya, “Wahai Fatimah, wanita yang berkeringat ketika wanita menggiling gandum untuk suami dan anaknya, maka ALLOH SWT akan menjadikan antara dirinya dan Neraka 7 parit. Wanita yang meminyaki dan menyisiri rambut anaknya, serta mencuci pakaian mereka maka ALLOH SWT akan mencatat pahala seperti memberi 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang telanjang. Sedangkan wanita yang menghalang - halangi hajat tetanga - tetangganya, maka ALLOH SWT akan menghalanginya dari meminum air dari telaga Kautsar dihari kiamat nanti”
Rasululloh SAW masih meneruskan nasehatnya lagi, “Wahai Fatimah, akan tetapi yang LEBIH UTAMA dari semua itu adalah KERIDHOAN Suami terhadap Istrinya. Jika suamimu tidak Ridho, maka aku tidak akan pernah mendoakanmu. Tidakkah engkau ketahui, Ridho Suami adalah Ridho ALLOH SWT, dan kemarahannya adalah kemarahan ALLOH SWT ?”
“Wahai Fatimah, apabila seorang wanita mengandung Janin, maka beristighfarlah para malaikat. Dan ALLOH SWT mencatat tiap – tiap hari 1000 kebaikan dan menghapuskan 1000 kejahatan. Apabila ia mulai sakit karena melahirkan, maka ALLOH SWT akan mencatat seperti pahala orang - orang yang berjihad. Apabila ia melahirkan, maka keluarlah ia dari dosa - dosanya seperti keadaan saat ibunya melahirkannya. Apabila ia meninggal dalam keadaan melahirkan, maka ia meninggalkan dunia ini tanpa dosa sedikitpun. Kelak ia akan mendapati kuburnya tersebut sebagai taman - taman surga. Dan ALLOH SWT memberi karunia berupa pahala 1000 haji dan 1000 umrah. Dan beristighfarlah 1000 malaikat untuknya dihari kiamat”.
“Wahai Fatimah, wanita yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta dengan niat yang benar. ALLOH SWT menghapuskan dosa - dosanya. Dan akan mengenakan seperangkat pakaian hijau, dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut ditubuhnya 1000 kebaikan (setiap helai 1000 kebaikan). Wanita yang tersenyum dihadapan suaminya, ALLOH SWT memandangnya dengan pandangan Rahmat”.
“Wahai Fatimah, wanita yang menghamparkan alas untuk berbaring atau menata rumah dengan baik untuk suami dan anaknya, berserulah para malaikat untuknya. Teruskanlah amalmu, maka ALLOH SWT telah mengampunimu dari dosa yang lalu maupun yang akan datang.”
“Wahai Fatimah, wanita yang mengoleskan minyak pada rambut dan jenggot suaminya, serta rela memotong kumis dan menggunting kuku suaminya, ALLOH SWT memberinya minuman dari sungai – sungai surga. Dan kuburnya akan menjadi taman di surga. Dan ALLOH SWT menyelamatkannya dari api neraka, serta selamat dari titian Shirothol mustaqim”.
Dari abdullah bin amr al-ash rodhiyalloohu ‘anhu, ROSULULLOH SAW bersabda, “DUNIA ADALAH SUATU KESENANGAN, DAN SEBAIK - BAIK KESENANGAN ADALAH WANITA YANG SHOLEHAH” (HR. Muslim)
semoga catatan kecil ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin Yaa Allooh...
Wassalaamu'alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh



