Lepas
Aku
( cerita ini kerinduan aku dengan teman teman FBku
dan biasanya untuk mengingat mereka aku buat cerita tentang mereka dan menggunakan nama mereka )
"Aan Anamah....!" suara
seperti menjerit itu mengibas pendengaran, Lulu.
"Kenapa cepat menghilang suara itu, apakah angin menyapunya pergi atau
karena volumenya yang nyaring?" Lulu, bergumam sendiri.
Aan, baru saja pergi, pindah
ke Kota yang lebih damai kota yang selalu dibicarakannya saat mereka
bertiga selalu menghabiskan sore hari setelah sholat ashar dan mengaji.
Keceriaan itu terlihat jelas di wajah, Aan.
Sambil mencium kitab
sucinya lalu ia masukkan kesarung tempat ia menyimpan Al Qur'annya.
"Lu,,,Lulu....kamu tahu kemana Aqu Aini sekarang? sudah dua
hari tidak melihatnya". Aan mendekati Aqu jarak setengah meter.
"Gak tau, An" Lulu
Dana menjawab singkat.
"Tapi, kemarin terakhir sore di beranda rumah itu Aqu terlihat ceria
setelah Isya. Aqu terdengar menangis di telepon. Jelas, Lulu.
Hanya dengan Lulu dan Aan, Aqu berbagi persahabatan mereka dari kecil saat desa
mereka belum masuk listrik sampai sekarang sudah berubah menjadi setengah kota. Mereka masih bersama
dan saat inilah mereka harus kehilangan Aqu Aini sahabat yang lebih dewasa dan
supel.
Angin subuh menyerang surau di sebelah Wetan, dengan bantuan angin suara adzan
menghinggapi ditelinga penduduk desa yang terbagun subuh itu. Desa yang asri,
sejuk dan tidak terlalu ramai.
"Aan....! coba lihat!" Pekik, Aqu.
"Ada apa, Aqu Aini?" tanya Aan Anamah, heran dan mendekat.
"Baru aja, ku taruh sepotong kue dipojok meja tempat menaruh Qur'an belum
ada setengah jam kue ini sudah habis. Aqu menunjukkan lepekan kecil
ditangannya.
"Memangnya, ngapain kamu taruh kue
disitu?"...."Hah! kamu gak tau tho An? surau ini mulai ditempati
tikus, kasihan Pak Balada Maras"
jawab Aqu. Sedikit kecewa dan terus berfikir, bagaimana caranya membantunya
mengusir tikus agar Pak Balada dan jamaah surau nyaman beribadah di surau itu
tanpa ada gangguan dari hewan pengerat Bottom of Form
"Ada apa, Aqu Aini?" tanya Aan Anamah, heran dan mendekat.
"Baru aja, ku taruh sepotong kue dipojok meja tempat menaruh Qur'an belum
ada setengah jam kue ini sudah habis. Aqu menunjukkan lepekan kecil
ditangannya. "Memangnya, ngapain kamu taruh kue
disitu?"....
"Hah! kamu gak tau tho An? surau ini mulai ditempati
tikus, kasihan Pak Balada Maras"
jawab Aqu. Sedikit kecewa dan terus berfikir, bagaimana caranya membantunya
mengusir tikus agar Pak Balada dan jamaah surau nyaman beribadah di surau itu
tanpa ada gangguan dari hewan pengerat itu
"Ada apa, Aqu Aini?" tanya Aan Anamah, heran dan mendekat.
"Baru aja, ku taruh sepotong kue dipojok meja tempat menaruh Qur'an belum
ada setengah jam kue ini sudah habis. Aqu menunjukkan lepekan kecil
ditangannya.
"Memangnya, ngapain kamu taruh kue
disitu?"....
"Hah! kamu gak tau tho An? surau ini mulai ditempati
tikus, kasihan Pak Balada Maras"
jawab Aqu.
Sedikit kecewa dan terus berfikir, bagaimana caranya membantunya
mengusir tikus agar Pak Balada dan jamaah surau nyaman beribadah di surau itu
tanpa ada gangguan dari hewan pengerat itu.
Surau itu letaknya tidak jauh
dari rumah mereka, dan jarak yang paling dekat adalah rumah Aqu Aini, selain Pak Balada Maras sebagai pengurus
surau dan dibantu oleh anaknya Anang Yudianto, yang rajin
membenahi surau yang tidak terlalu besar.
"Kak Anang, sudah tahu belum
surau kita ada tikusnya?
Aqu bertanya pada Anang, yang kebetulan melihat
Anang sedang mengganti mengecat pintu surau. . . . "Masa Qu? perasaan surau
ini selalu bersih" kembali bertanya.
"Iya betul, surau ini memang bersih nah! tikus kan sukanya yang bersih
bersih kalo kak Anang
Yudianto mau tahu, coba saja taruh kue di pojok meja tempat menaruh Al
Qur'an. Kemarin aku dan teman teman juga memeriksa meja itu dan beberapa lembar
pinggir Al Qur'an ada yang robek, Kak"
Aqu semangat sekali menjelaskan
perihal tikus surau. . . . . Anang pun berhenti sejenak mendengarkan penjelasan
Aqu.
"Kalau begitu ini bukan masalah sepele ya .....Qu, nanti saya
laporkan masalah ini kepada kepala Desa kita,
Pak Supriyadi Tauhid. Biar
surau kita tetap bersih dan jamaah surau tidak risau lagi kalau sampai tahu
surau kita ada tikusnya".....
"Siiipppp.....Kak, sekalian juga bersih
bersih lingkungan mungkin tikus tidak hanya di surau saja kak" Aqu semanga
empat sembilan sekali. Hehehe....
"Tidak kok, aku cuma sedih akan
kehilangan kalian sahabatku" Lulu, tidak paham.
"Apa...sedih? tumben amat sedih memang kamu mau
kemana, kamu kan
mencintai desa ini, Qu?" timpal,
Lulu. Beberapa lama mereka terdiam,
sedangkan kerja bakti terus berlanjut, dari jalan setapak menuju surau hingga
keseluruh lingkungan rumah ...Lihat Selengkapnya
"Sssttt......ssstttt.....An!
An ... sini!" perintah Lulu
Dana, agar Aan Anamah,
mendekat. "Ada
apa sih, kok..pakke ssstt...sssstt... segala" Aan membelalakan matanya.
"Kamu gak tau kan,
Aqu Aini lagi sedih, kamu
tahu kenapa?" tanya Lulu, s...Lihat Selengkapnya
Sho An setelah dua hari Aqu tidak
pernah lagi kelihatan di surau atau di pengajian ba'da isya...
"kak Qomar Udin, mau tanya sebentar, Aqu Aini kemana tidak ada kabar
sudah dua hari ?" Aan dan Lulu bertanya dengan kakak Aqu. ...
" Oh,
Iya , maaf ...kakak lupa kalian ada titipan surat dari Aqu." Qomar menyerahkan surat beramplop putih
motif melati. . . . "Surat..?"
mereka menjawab berbarengan.
Assalamu'alaikum,,warahmatullahi
,,wabarakatuh...
Sebelum membaca surat ini, izinkan Aqu mengucap do'a untuk
SAHABATKU agar kalian dan aku dalam lindungan dan rahmatNya.
9 September 2012, Tai Wai HK
Jika aku dan kalian bersama
di Suarau( Grup Sahabatku) ini, terasa kesejukkanNya yang saling berbagi dan
saling bersenda gurau.
Ya... Ini adalah dunia yang kita ciptakan kapapun kita
bisa pergi tanpa basa basi atau memberi kabar. Tapi, ada yang lain dengan Surau
ini, Surau yang damai walaupun kita tak tahu satu sama lain, hanya mengenal
nama dan wajah itupun mungkin. :)
Kalian sahabatku, semalam ada seorang ukhti
bertanya kepadaku( isi inbox sho an dg sang Ukhti ) " Kemana teman teman
SAHABATKU, yang sering hadir dan berbagi ilmu, Surau sekarang jadi sepi"
lalu,ku jawab.....
"Mungkin lagi repot Ukh ..." Pasti kalian juga
merasakan .... kan
? :) Dan, Aqu tidak lama lagi akan pergi dari kalian tapi sebelumnya
kusampaikan dulu apa yang harus kusampaikan, aku tau mungkin kalian akan
kehilangan karena tanpa kabar aku pergi ( kiasan untuk temen temen yang sudah
jarang OL ) Aku, hanya berharap dengan adanya Tikus ( he..he..he.. )
Surau(
Grup SAHABATKU) tidak menjadi seperti tikus ( makin keujung makin kecil
buntutnya, sama dengan grup makin kesini makin sedikit saling berbaginya) ....
nah, makanya sebelum pergi aku minta kerja bakti dahulu( aku buat cerpen ini
biar
Grup seperti dulu lagi )saling membahu dengan sapaan, senyum dan share ilmu
( he..he...),
Rasanya cukup sekian aku tulis surat ini, oh..iya.. beberap tikus Surau
sudah ditangkap oleh Akhi Haryanto
Kuya, akhi Sansan Moonshine
jadi Surau sudah bebas tikus , Bila ada waktu lagi, dan izinNya kita pasti
berjumpa .... SAHABATKU, Wassalam....