Kamis, 06 September 2012

Lepas Aku


Lepas Aku
( cerita ini kerinduan aku dengan teman teman FBku 
dan biasanya untuk mengingat mereka aku buat cerita tentang mereka dan menggunakan nama mereka )

Top of Form
"Aan Anamah....!" suara seperti menjerit itu mengibas pendengaran, Lulu.
"Kenapa cepat menghilang suara itu, apakah angin menyapunya pergi atau karena volumenya yang nyaring?" Lulu, bergumam sendiri.
 

Aan, baru saja pergi, pindah ke Kota yang lebih damai kota yang selalu dibicarakannya saat mereka bertiga selalu menghabiskan sore hari setelah sholat ashar dan mengaji. Keceriaan itu terlihat jelas di wajah, Aan

Sambil mencium kitab sucinya lalu ia masukkan kesarung tempat ia menyimpan Al Qur'annya.
"Lu,,,Lulu....kamu tahu kemana Aqu Aini sekarang? sudah dua hari tidak melihatnya". Aan mendekati Aqu jarak setengah meter.

"Gak tau, An" Lulu Dana menjawab singkat.
"Tapi, kemarin terakhir sore di beranda rumah itu Aqu terlihat ceria setelah Isya. Aqu terdengar menangis di telepon. Jelas, Lulu.

Hanya dengan Lulu dan Aan, Aqu berbagi persahabatan mereka dari kecil saat desa mereka belum masuk listrik sampai sekarang sudah berubah menjadi setengah kota. Mereka masih bersama dan saat inilah mereka harus kehilangan Aqu Aini sahabat yang lebih dewasa dan supel.

Angin subuh menyerang surau di sebelah Wetan, dengan bantuan angin suara adzan menghinggapi ditelinga penduduk desa yang terbagun subuh itu. Desa yang asri, sejuk dan tidak terlalu ramai.

"Aan....! coba lihat!" Pekik, Aqu.
Top of Form
"Ada apa, Aqu Aini?" tanya Aan Anamah, heran dan mendekat. "Baru aja, ku taruh sepotong kue dipojok meja tempat menaruh Qur'an belum ada setengah jam kue ini sudah habis. Aqu menunjukkan lepekan kecil ditangannya. 

"Memangnya, ngapain kamu taruh kue disitu?"...."Hah! kamu gak tau tho An? surau ini mulai ditempati tikus, kasihan Pak Balada Maras" jawab Aqu. Sedikit kecewa dan terus berfikir, bagaimana caranya membantunya mengusir tikus agar Pak Balada dan jamaah surau nyaman beribadah di surau itu tanpa ada gangguan dari hewan pengerat Bottom of Form 
"Ada apa, Aqu Aini?" tanya Aan Anamah, heran dan mendekat. "Baru aja, ku taruh sepotong kue dipojok meja tempat menaruh Qur'an belum ada setengah jam kue ini sudah habis. Aqu menunjukkan lepekan kecil ditangannya. "Memangnya, ngapain kamu taruh kue disitu?"....

"Hah! kamu gak tau tho An? surau ini mulai ditempati tikus, kasihan Pak Balada Maras" jawab Aqu. Sedikit kecewa dan terus berfikir, bagaimana caranya membantunya mengusir tikus agar Pak Balada dan jamaah surau nyaman beribadah di surau itu tanpa ada gangguan dari hewan pengerat itu

"Ada apa, Aqu Aini?" tanya Aan Anamah, heran dan mendekat. "Baru aja, ku taruh sepotong kue dipojok meja tempat menaruh Qur'an belum ada setengah jam kue ini sudah habis. Aqu menunjukkan lepekan kecil ditangannya.

"Memangnya, ngapain kamu taruh kue disitu?"....
"Hah! kamu gak tau tho An? surau ini mulai ditempati tikus, kasihan Pak Balada Maras" jawab Aqu.
Sedikit kecewa dan terus berfikir, bagaimana caranya membantunya mengusir tikus agar Pak Balada dan jamaah surau nyaman beribadah di surau itu tanpa ada gangguan dari hewan pengerat itu.

Surau itu letaknya tidak jauh dari rumah mereka, dan jarak yang paling dekat adalah rumah Aqu Aini, selain Pak Balada Maras sebagai pengurus surau dan dibantu oleh anaknya Anang Yudianto, yang rajin membenahi surau yang tidak terlalu besar.
Top of Form

 "Kak Anang, sudah tahu belum surau kita ada tikusnya?

 Aqu bertanya pada Anang, yang kebetulan melihat Anang sedang mengganti mengecat pintu surau. . . . "Masa Qu? perasaan surau ini selalu bersih" kembali bertanya.
 
"Iya betul, surau ini memang bersih nah! tikus kan sukanya yang bersih bersih kalo kak Anang Yudianto mau tahu, coba saja taruh kue di pojok meja tempat menaruh Al Qur'an. Kemarin aku dan teman teman juga memeriksa meja itu dan beberapa lembar pinggir Al Qur'an ada yang robek, Kak"

 Aqu semangat sekali menjelaskan perihal tikus surau. . . . . Anang pun berhenti sejenak mendengarkan penjelasan Aqu. 

"Kalau begitu ini bukan masalah sepele ya .....Qu, nanti saya laporkan masalah ini kepada kepala Desa kita,
  Pak Supriyadi Tauhid. Biar surau kita tetap bersih dan jamaah surau tidak risau lagi kalau sampai tahu surau kita ada tikusnya".....

 "Siiipppp.....Kak, sekalian juga bersih bersih lingkungan mungkin tikus tidak hanya di surau saja kak" Aqu semanga empat sembilan sekali. Hehehe....

Iben Masrur, Achmad An-Nuri dan Akhi Akhii Ashhaabul Kahfi sudah mulai membagi tugas untuk membersihkan lingkungan dan surau, karena berita sudah sampai ke kepala desa. 

Sedangkan Lulu Dana, Aan Anamah dan juga Putrie Arya ikut repot menyiapkan kue dan minuman untuk mereka yang kerja bakti. . . . "Aqu Aini, kenapa kamu diam saja?" Lulu mengagetkan Aqu. . . 

"Tidak kok, aku cuma sedih akan kehilangan kalian sahabatku" Lulu, tidak paham.
 
"Apa...sedih? tumben amat sedih memang kamu mau kemana, kamu kan mencintai desa ini, Qu?" timpal, 

Lulu. Beberapa lama mereka terdiam, sedangkan kerja bakti terus berlanjut, dari jalan setapak menuju surau hingga keseluruh lingkungan rumah ...Lihat Selengkapnya

 "Sssttt......ssstttt.....An! An ... sini!" perintah Lulu Dana, agar Aan Anamah, mendekat. "Ada apa sih, kok..pakke ssstt...sssstt... segala" Aan membelalakan matanya. "Kamu gak tau kan, Aqu Aini lagi sedih, kamu tahu kenapa?" tanya Lulu, s...Lihat Selengkapnya
Sho An setelah dua hari Aqu tidak pernah lagi kelihatan di surau atau di pengajian ba'da isya...

 "kak Qomar Udin, mau tanya sebentar, Aqu Aini kemana tidak ada kabar sudah dua hari ?" Aan dan Lulu bertanya dengan kakak Aqu. ...

 " Oh, Iya , maaf ...kakak lupa kalian ada titipan surat dari Aqu." Qomar menyerahkan surat beramplop putih motif melati. . . . "Surat..?" mereka menjawab berbarengan.

Assalamu'alaikum,,warahmatullahi ,,wabarakatuh... 

 Sebelum membaca surat ini, izinkan Aqu mengucap do'a untuk SAHABATKU agar kalian dan aku dalam lindungan dan rahmatNya.
  

9 September 2012, Tai Wai HK
 Jika aku dan kalian bersama di Suarau( Grup Sahabatku) ini, terasa kesejukkanNya yang saling berbagi dan saling bersenda gurau. 

Ya... Ini adalah dunia yang kita ciptakan kapapun kita bisa pergi tanpa basa basi atau memberi kabar. Tapi, ada yang lain dengan Surau ini, Surau yang damai walaupun kita tak tahu satu sama lain, hanya mengenal nama dan wajah itupun mungkin. :)

 Kalian sahabatku, semalam ada seorang ukhti bertanya kepadaku( isi inbox sho an dg sang Ukhti ) " Kemana teman teman SAHABATKU, yang sering hadir dan berbagi ilmu, Surau sekarang jadi sepi" lalu,ku jawab.....

"Mungkin lagi repot Ukh ..." Pasti kalian juga merasakan .... kan ? :) Dan, Aqu tidak lama lagi akan pergi dari kalian tapi sebelumnya kusampaikan dulu apa yang harus kusampaikan, aku tau mungkin kalian akan kehilangan karena tanpa kabar aku pergi ( kiasan untuk temen temen yang sudah jarang OL ) Aku, hanya berharap dengan adanya Tikus ( he..he..he.. )

 Surau( Grup SAHABATKU) tidak menjadi seperti tikus ( makin keujung makin kecil buntutnya, sama dengan grup makin kesini makin sedikit saling berbaginya) .... nah, makanya sebelum pergi aku minta kerja bakti dahulu( aku buat cerpen ini biar 

Grup seperti dulu lagi )saling membahu dengan sapaan, senyum dan share ilmu ( he..he...), 


Rasanya cukup sekian aku tulis surat ini, oh..iya.. beberap tikus Surau sudah ditangkap oleh Akhi Haryanto Kuya, akhi Sansan Moonshine jadi Surau sudah bebas tikus , Bila ada waktu lagi, dan izinNya kita pasti berjumpa .... SAHABATKU, Wassalam....

Setelah membaca surat dari Aqu Aini, Aan Anamah dan Lulu Dana berkata " Kak Qomar , sudah baca suratnya?" ....The End.....

http://www.lusianasho.blogspot.lepasaku.com 
Bottom of Form

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

, .